Tampilkan postingan dengan label tulisan bermanfaat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulisan bermanfaat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 September 2016

Dialog yaumul akhir

Sahabat... Kadang terbersit tanya apakah orang di syurga dan neraka bisa berdialog, ternyata bisa Alah SWT sangat jelas menerangkan dlm Al Qur'an...

Pada hari ini engkau melihat orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, cahaya mereka bersinar dihadapan dan dikanan mereka, Kepada mereka itu disampaikan : Berita gembira untukmu semua pada hari ini. kamu semua memperoleh taman-taman syurga yang didalamnya ada berbagai sungai mengalir dibawahnya. mereka berdiam disitu untuk selama-lamanya. demikian itu adalah suatu keuntungan yang besar sekali.

Pada hari orang-orang munafik yang lelaki atau perempuan mengatakan kepada orang-orang yang beriman "Tunggulah kami ini, biarkan kami mengambil sebagian dari cahayamu". kepada mereka lalu dikatakan "mundurlah kebelakang dan carilah sendiri cahaya itu, kemudian diletakkan tabir dinding diantara mereka yang mempunyai p9ntu disebelah dalamnya ada rahmat karunia, dan sebaliknya yakni dibagian luarnya adalah siksaan.

orang yang berada siluar berseru pada yang didalam " Bukankah kita ini dahulu bersama-sama denganmu, yang didalam menjawab betul, tetapi kamu semua telah mencelakakan dirimu sendiri dan bahkan menanti-nantikan kehancuran kami,nKamu semua ragu-ragu terhadap janji Tuhan dan kamu semua di tipu oleh angan-angan kosong sampai datanglah perintah Allah (kematian), kamu semua juga ditipu oleh suatu tipuan sehingga terlalaikan menjalankan perintah Allah.

Oleh sebab itu pada hari ini tidak akan diterima tebusan apapun dari kamu semua dan tidak pula dari orang-orang yang kafir. Tempat kediamanmu adalah neraka itulah tempatmu berlindung dan tempat kembali yang amat buruk. QS Hadid 12-15.

Aduhai sungguh malang orang yg berada di neraka, padahal mungkin waktu didunia dulu mereka bersama dg para ahli syurga, mungkin familinya, teman sekerjanya, kawan satu komunitas hobinya, dll,  bagaimana perasaan mereka melihat teman sepermainannya bahagia di syurga, sementara dirinya terpuruk dlm penderitaan di neraka, nasi telah jadi bubur, menyesal dalam kesakitan

Dalam adegan lain Alqur'an juga menceritakan dalam surat A'araf 50-51

Orang-orang yang sama mendiami neraka itu berseru kepada orang-orang yang mendiami syurga "limpahkanlah kepada kami air sedikit, atau berilah kami sedikit rezeki makanan yang telah dikaruniakan oleh Allah kepada kamu semua. maka penghuni syurga itu menjawab "sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya (minuman dan makanan yang enak-enak itu) untuk orang yang kafir.

orang-orang yang kafir itu adalah orang yang menganggap agamanya sebagai senda gurau dan permainan belaka, mereka itu telah tertipu oleh kehidupan dunia. Oleh sebab itu pada hari ini Kami (Allah)melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan akan menemui hari inidan karena mereka itu menyangkal kebenaran ayat-ayat Kami. QS A'raf 50-51

Walaupun mereka mengiba, minta sedikit saya diberikan kenikmatan para ahli syurga, namun ketetapan Allah telah berlaku.

Sahabat.. sebuah renungan tuk kita semua.. Pandai2lah  hidup karena ia adalah pilihan, tdk selamanya yg kita anggap baik menurut kita, akan baik untuk kita, banyak kesenangan menipu dan sesaat, kesudahannya adalah penderitaan, pandailah memilih teman, yg bisa bawa kita ke senangan kekal, bukan senang sementara,

Kita berharap moga  kita tidak termasuk ahli neraka yg melihat kawan kita bergelimang kesenangan, dan kita mendapatkan diri kita di neraka, mengiba pada teman kita tuk diberikan sedikit kenikmatan mereka namun Allah SWT tidak mekgizinkannya...

Wallahu a'lam
Magalau 2 sept 2016

Dialog yaumul akhir

Sahabat... Kadang terbersit tanya apakah orang di syurga dan neraka bisa berdialog, ternyata bisa Alah SWT sangat jelas menerangkan dlm Al Qur'an...

Pada hari ini engkau melihat orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, cahaya mereka bersinar dihadapan dan dikanan mereka, Kepada mereka itu disampaikan : Berita gembira untukmu semua pada hari ini. kamu semua memperoleh taman-taman syurga yang didalamnya ada berbagai sungai mengalir dibawahnya. mereka berdiam disitu untuk selama-lamanya. demikian itu adalah suatu keuntungan yang besar sekali.

Pada hari orang-orang munafik yang lelaki atau perempuan mengatakan kepada orang-orang yang beriman "Tunggulah kami ini, biarkan kami mengambil sebagian dari cahayamu". kepada mereka lalu dikatakan "mundurlah kebelakang dan carilah sendiri cahaya itu, kemudian diletakkan tabir dinding diantara mereka yang mempunyai p9ntu disebelah dalamnya ada rahmat karunia, dan sebaliknya yakni dibagian luarnya adalah siksaan.

orang yang berada siluar berseru pada yang didalam " Bukankah kita ini dahulu bersama-sama denganmu, yang didalam menjawab betul, tetapi kamu semua telah mencelakakan dirimu sendiri dan bahkan menanti-nantikan kehancuran kami,nKamu semua ragu-ragu terhadap janji Tuhan dan kamu semua di tipu oleh angan-angan kosong sampai datanglah perintah Allah (kematian), kamu semua juga ditipu oleh suatu tipuan sehingga terlalaikan menjalankan perintah Allah.

Oleh sebab itu pada hari ini tidak akan diterima tebusan apapun dari kamu semua dan tidak pula dari orang-orang yang kafir. Tempat kediamanmu adalah neraka itulah tempatmu berlindung dan tempat kembali yang amat buruk. QS Hadid 12-15.

Aduhai sungguh malang orang yg berada di neraka, padahal mungkin waktu didunia dulu mereka bersama dg para ahli syurga, mungkin familinya, teman sekerjanya, kawan satu komunitas hobinya, dll,  bagaimana perasaan mereka melihat teman sepermainannya bahagia di syurga, sementara dirinya terpuruk dlm penderitaan di neraka, nasi telah jadi bubur, menyesal dalam kesakitan

Dalam adegan lain Alqur'an juga menceritakan dalam surat A'araf 50-51

Orang-orang yang sama mendiami neraka itu berseru kepada orang-orang yang mendiami syurga "limpahkanlah kepada kami air sedikit, atau berilah kami sedikit rezeki makanan yang telah dikaruniakan oleh Allah kepada kamu semua. maka penghuni syurga itu menjawab "sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya (minuman dan makanan yang enak-enak itu) untuk orang yang kafir.

orang-orang yang kafir itu adalah orang yang menganggap agamanya sebagai senda gurau dan permainan belaka, mereka itu telah tertipu oleh kehidupan dunia. Oleh sebab itu pada hari ini Kami (Allah)melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan akan menemui hari inidan karena mereka itu menyangkal kebenaran ayat-ayat Kami. QS A'raf 50-51

Walaupun mereka mengiba, minta sedikit saya diberikan kenikmatan para ahli syurga, namun ketetapan Allah telah berlaku.

Sahabat.. sebuah renungan tuk kita semua.. Pandai2lah  hidup karena ia adalah pilihan, tdk selamanya yg kita anggap baik menurut kita, akan baik untuk kita, banyak kesenangan menipu dan sesaat, kesudahannya adalah penderitaan, pandailah memilih teman, yg bisa bawa kita ke senangan kekal, bukan senang sementara,

Kita berharap moga  kita tidak termasuk ahli neraka yg melihat kawan kita bergelimang kesenangan, dan kita mendapatkan diri kita di neraka, mengiba pada teman kita tuk diberikan sedikit kenikmatan mereka namun Allah SWT tidak mekgizinkannya...

Wallahu a'lam
Magalau 2 sept 2016

Sabtu, 17 Agustus 2013

jangan lupakan sejarah Mesir dan Palestina pendukung gigih kemerdekaan Indonesia






Sahabat Setetes Embun Bening yang berbahagia… pada kesempatan ini kami mengucapkan selamat kepada kita semua warga Negara Indonesia Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 68, saat ini kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena detik ini kita merasakan atmosfir kemerdekaan, kehidupan yang tidak terkungkung oleh dominasi Negara lain, sebagai warga Negara yang merdeka kita bebas berkarya mengekspresikan diri sepanjang hasil karya kita itu tidak merugikan orang lain, bahkan bermanfaat bagi orang banyak , coba jika kita tengok pada saudara-saudara kita dibelahan bumi yang lain, saat ini jangankan untuk berkarya, mengekspresikan diri sesuai dengan minat dan bakat, dan keahlian mereka, untuk memastikan apakah esok hari mereka masih hidup atau tidak saja susah, coba kita  lihat berita yang sedang santer yaitu tentang bergolaknya mesir, palestina atau negara-negara konflik lainnya,

Selain mensyukuri dengan sebenar-benarnya syukur kemerdekaan kita ini, kita sepatutnya mendoakan mereka yang dalam kondisi “tidak merdeka “ tersebut, apalagi mesir dan palestina sangat erat kaitannya dengan proses pengakuan kemerdekaan kita, berikut kami petikkan satu artikel dari www.Rizky2009.blogspot.com

Dwitunggal Soekarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI secara de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (secara de jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.


Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc.

Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan) , dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.

M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada halaman 40, menjelaskan tentang peran serta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.

Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:



"... pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan 'ucapan selamat' mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebarluaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan."

Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi "Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia" dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini.

Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia , Muhammad Ali Taher.

Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia .."

Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui kedaulatan RI pertama kali oleh Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul oleh negara-negara Timur Tengah lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh.

Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan & pembahasan tentang Indonesia di lembaga internasional.


Dukungan Mengalir Setelah Itu

Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk "Panitia Pembela Indonesia". Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga tersebut.

Di jalan-jalan terjadi demonstrasi-demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya , demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dalam pertempuran yang sangat dahsyat itu.

Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal "Volendam" milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said.

Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu. Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih –tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal "Volendam" milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan. Kemudian motor boat besar pengangkut logistik untuk "Volendam" bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr. Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak menyurutkan perlawanan para buruh Mesir.

Wartawan 'Al-Balagh' pada 10/8/47 melaporkan:

"Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain."

Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada salib menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia dan Dunia Arab. "Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa."

Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia yang saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu perjuangan kita. Apalagi saat ini mau dilihat dari sisi Agama ataupun Kemanusiaan, bangsa Palestina sedang menghadapi Pembantaian Masal oleh Israel, sudah selayaknyalah kita sebagai Umat Beragama dan juga Berprikemanusiaan untuk membantu bangsa yang sedang ditindas ini dan juga pernah membantu perjuangan bangsa kita dulu. Minimal lakukan dengan mendoakan keselamatan, kesabaran dan juga ketabahan bagi rakyat dan para pejuangnya.



sumber : Rizky2009.blogspot.com

=============================================================

Melihat fenomena yang tertulis dalam artikel tersebut diatas, seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia membantu mereka bangsa-bangsa yang pernah begitu gigih membela kita membantu perjuangan kemerdekaan kita dulu, masih tercatat dalam sejarah bagaimana Syeikh Hasan Albana dengan organisasinya Ikhwanul Muslimin mendesak pemerintahan Mesir kala itu sehingga Mesir mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 22 Maret 1946, disaat negara-negara lain belum mengakuinya, sehingga H Agus Salim, dan H Rasyidi menyampaikan terimakasih kepada Syaihk Hasan Albana , dan setelah Mesir dan Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia Negara timur tengah berduyun-duyun mengakui kemerdekaan Indonesia, gelombang pengakuan sesudahnya bukan hanya di Timur Tengah tetapi India dan Negara disekitarnyapun mengikuti,  sudah seharusnya para petinggi negeri ini merasa malu jika hanya cukup prihatin, tanpa kerja yang nyata membantu mereka apalagi di Mesir saat ini tragedy kemanusian dan tragedy demokrasi telah terjadi kudeta terhadap pemerintahan yang diplilih rakyatnya hasil pemilu, dan akibatnya disana tercatat lebih dari 3000 orang meninggal diantaranya 150 anak-anak sedangkan yang luka-luka lebih dari 15.000 orang dibantai oleh militer pelaku-pelaku kudeta tersebut,  Sedang dunia dan media seakan acuh-acuh saja tidak sebanding dengan hebohnya dunia dan media saat terjadi ledakan boom di Boston yang hanya menewaskan 3 orang, dan mencederai 144 orang lainnya.

Sudah sepantasnya para pemimpin kita yang mempunyai kewenangan  beraksi nyata bukan hanya menyatakan prihatin, mengutuk dan kata-kata lain sejenis itu tetapi tanpa kerja yang nyata, sedangkan kita selaku warga Negara Indonesia  orang yang tidak memiliki kekuatan dan pengaruh apa-apa marilah kita berdoa semoga kebenaran tertegakkan dinegara-negara yang dahulu begitu gigih membantu perjuangan kemerdekaan kita dengan doa dan kerja nyata mereka 

Wallahu A'lam 

Admin Setetes Embun Bening 

Senin, 05 Agustus 2013

Kalau Bisa Mudah Mengapa di Buat Susah

Sahabat Setetes Embun Bening berikut kami teteskan setetesa embun yang bersumber dari www.bersamadakwah.com ...semoga menyegarkan

Judul : Kalau Bisa Mudah, Mengapa Dibuat Susah?
Penulis : Alwi Alatas
Penerbit : Pro-U Media - Yogyakarta
Cetakan : I,2013
Tebal : 298 Halaman ; 14 x 20 cm
ISBN : 978-602-7820-03-6

Kemudahan hidup adalah dambaan setiap manusia. Karena kemudahan adalah tabiat penciptaan manusia oleh Sang Maha Pencipta. Allah telah menciptakan manusia lengkap dengan seluruh sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Tidak ada satupun kebutuhan manusia kecuali Allah telah menciptakan pemenuhannya. Ini adalah nikmat. Sayangnya, kemudahan yang Dia berikan seringkali disalahmaknai sehingga berubah menjadi kesusahan.

Sebagaimana laki-laki yang diciptakan dengan perempuan sebagai pasangannya, begitupun dengan kemudahan. Sehingga kesusahan menjadi sebuah kepastian. Yang perlu dicatat, kesusahan selalu dihadirkan bersamaan dengan dua kemudahan. Kesusahan juga mempunyai maksud mulia di belakangnya. Ia diciptakan oleh Allah untuk mengetahui kualitas penghambaan kita kepadaNya.

Jika mau membuka mata hati, sesungguhnya kemudahan hidup ada di sekitar kita. Bentuknya banyak, cara menggapainya pun sederhana. Apalagi ketika kita dibungkus dengan sebuah identitas kesucian : Islam. Maka secara otomatis, Islam yang diiringi iman akan mengantarkan kita pada kemudahan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

Satu diantara bentuk kemudahan itu adalah senyum. Aktivitas menyehatkan yang bernilai sedekah ini merupakan salah satu ciri kebahagiaan seorang hamba. Orang yang bahagia dan merasakan kemudahan dalam hidupnya akan banyak tersenyum, sedangkan orang yang merasa susah dan dan banyak masalah, wajahnya akan terlihat murung. Saat mendapati wajah seseorang dalam keadaan suram dan sedih, bisa ditebak bahwa ia tengah merasakan kesusahan dalam hidupnya. (Hal 53)

Sederhana juga menjadi ciri khas kemudahan. Sederhana adalah melakukan sesuatu sesuai dengan kadarnya. Tidak berlebihan juga tidak meremehkan. Sikap inilah yang membuat mental seseorang stabil karena bersikap ala kadarnya. Tidak dibuat-buat. Perbuatan mereka mengalir, tanpa perlu aneka macam jenis kepura-puraan yang tidak perlu.

Suka memberi hadiah juga menjadi salah satu kuncinya. Dimana Nabi sudah mencontohkan bahwa memberi hadiah bisa membuat seseorang saling mencintai. Dalam buku yang best seller di Malaysia ini, penulis dengan cerdas mengangkat sebuah cerita berkesan tentang suami romantis.

Suami pekerja keras itu selalu membawa buah tangan setiap kali pulang kerja. Apapun. Suatu malam, ia pulang larut. Karena ada deadline. Ia pun tidak menjumpai kedai penjual ole-ole atau makanan yang masih menjajakan dagangannya.

Tak kehabisan akal, ia teringat kalau di depan rumahnya ada pohon mawar yang sudah berbunga. Maka dengan senyum, ia melangkahkan kaki menghampirinya. Setelah dipetik dengan sempurna, ia melangkah menuju rahang pintu. Diketuklah pintu itu sepelan mungkin.
Tak berselang lama, keluarlah Sang Permaisuri hatinya. Sesaat setelah salam dijawab, diulurkanlah bunga hasil petikannya. Dengan lembut, Sang Pangeran berkata, “Maaf, Dik. Saya kemalaman. Di luar sudah tidak ada orang berjualan. Jadi oleh-olenya bunga ini saja ya.”
Yang diberi setangkai mawar tersenyum. Tersipu malu.

Keesokan harinya, ia kembali terlambat. Diputarlah otak. Apa yang akan dihadiahkan untuk istri yang setia mendampinginya sepanjang hidup itu. Dalam jenak, dilihatlah batu kecil di dekatnya berdiri. Diambil. Lalu dicuci. Setelah mengetuk pintu, sang istri membuka dengan senyum yang meneduhkan.

Suara sang suami baik hati itu kemudian memecah keheningan, “Dik, di luar sudah tidak ada penjual ole-ole. Mawarnya juga belum mekar. Ini abang cuma bawain batu.”
Sang istri bertanya bingung, “Batu? Untuk apa, Bang?”
Dengan tetap mengulum senyum, Sang Suami berujar lirih, “Untuk menggosok badan ketika mandi.”

Begitulah. Kemudahan itu ada di sekitar kita. Ia akan mengantarkan kita pada kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat. Tapi harus diingat. Ia harus dijalankan dalam rel undang-undang langit yang termaktub dalam al-Aqur’an dan Sunnah.

Buku ini menyajikan sebuah perspektif lain dalam menyikapi hidup. Sajian yang mengalir, runut dan berdasarkan fakta membuat buku ini mempunyai nilai lebih. Sehingga sangat sayang jika terlewatkan dari daftar baca dan koleksi pembaca sekalian.

Jika Parlindungan Marpaung berhasil menulis Setengah Isi Setengah Kosong menjadi best seller nasional, insya Allah buku ini pun akan bernasib serupa. Apalagi, di dalamnya banyak terdapat cerita-cerita islami yang wajib kita ketahui dan kita ambil hikmahnya dalam menjalani kehidupan yang makin ganas ini.



Penulis : Pirman
Penulis Antologi Surat Cinta Untuk Murobbi dan sejumlah buku lainnya
Penulis resensi di sejumlah media cetak
Facebook: usman.alfarisi.9

diteteskan dari subernya www.bersamadakwah.com

Kamis, 18 Juli 2013

Ketika Akhwat Terperangkap Sinyal Cinta


Sahabat Setetes Embun Bening berikut kami teteskan setetes Embun dari situs Bersama Dakwah... www.bersamadakwah.com.... semoga menyegarkan 
 
“...rasa nyaman terkadang membuat orang berhenti meniti takdir terindah…”
[Sarwo Widodo Arachnida]

Akhwat itu susah Move On… itu kesimpulan instan yang saya dapatkan. Meski sejatinya tidak semuanya begitu. Miris memang, tapi itu kenyataan. Setidaknya itu yang saya temukan. Tak percaya…? Mungkin kisah ini bisa bisa jadi sebagian bukti.

Kisah Pertama

Terjadi saat pembinaan tarbawi yang sudah diakhiri, menghangat kembali akibat tema “Kapan Datangnya Belahan Hati”.

“Sudahlah…saya percaya…jodoh itu pasti datang…saat hati sudah ikhlas dan merelakan sosok dambaan yang tak bisa didapatkan…” cetus si mad’u yang ada di hadapannya tanpa beban sambil mengangkat ransel hendak melangkah pergi

“Astaghfirullah…berarti hingga detik ini anti belum ikhlas…?” Sang Murobbiyah tiba-tiba menyahut dengan nada tegas.

“He…he…he…” dengan lugu si Mad’u menjawab dengan tertawa basi.

Tanpa sadar ia duduk kembali, urung untuk melangkah pergi.

“Ck…ck…ck… istighfar ukhti…segera bersihkan hati…” suara Sang Murobbiyah merendah kembali

“Bisa jadi itu sebabnya… data anti selalu kembali…setiap kali ana berikhtiar untuk anti belakangan ini…” lanjut beliau dengan nada sedih.

“Sebaiknya jangan diteruskan seperti ini…anti menyakiti diri sendiri… anti menyakiti orang yang menyayangi anti… segera ditata kembali hatinya… ikhlaskan semuanya… semoga akan ada takdir indah yang mengiringinya ” tutur Sang Murobbiyah kembali menasehati.

Tanpa sadar air mata si Mad’u mulai meleleh…ia begitu dihinggapi rasa bersalah.

Kisah Kedua

“Ana ndak bisa mbak… apa yang harus ana lakukan…” ujar ukhti Solihah lewat sebuah pesan singkat di HP nya.

“Ana susah mengawali sesuatu… dan ketika sudah nyaman… ana takut mencoba yang baru… ibarat sebuah tempat… saya takut untuk melangkah pergi… jujur mbak “beliau” masih tersimpan rapi di hati” lanjut ukhti Solihah makin sendu.

“Ikhlaskan hati dhek… menikah itu tak cukup hanya dengan jatuh cinta… saat anti mampu berusaha bangun cinta… InsyaAllah akan lebih indah… terlebih lagi lebih berkah… Allah slalu punya pilihan yang terbaik” dengan berusaha sebijak mungkin “Mbak”nya memberi jawaban balasan.

Ini sudah sekian kali… sudah hampir proses ketiga yang ukhti Solihah jalani dan masalahnya masih sama. Ia merasa belum mampu “pindah” ke lain hati. Sedang “yang dinanti” merasa masih belum siap tanpa batas waktu yang pasti. Padahal pihak keluarga sudah tak sabar lagi. Dilema melanda, itu sudah pasti.
***

Begitulah akhwat… mereka sebagaimana wanita pada umumnya. Mereka terlalu “setia” dengan perasaanya. Sebuah artikel di dunia maya menyebutkan, pada dasarnya wanita adalah sosok yang sangat setia, kesetiaan mereka terkadang tidak dibalas setimpal oleh laki-laki, tentunya sangat menyakitkan bagi seorang wanita, tapi itulah wanita walau sering disakiti tapi mereka tetap berusaha mempertahankan hubungan dengan mengutamakan kesetiaan. Saat wanita mengalami “tragedi cinta” mereka kebanyakan membutuhkan “waktu berkabung” yang lebih lama. Seorang Konselor percintaan Dr. Rajan Bhonsle mengemukakan, hal itu bisa jadi benar dengan alasan wanita merupakan makhluk yang emosional.

"Bagi kebanyakan wanita, jatuh cinta adalah proses yang perlahan dan bertahap. Ketertarikan wanita kepada pria terbentuk dalam waktu yang lama seiring dia mulai mencintai, mengenali dan memahami lawan jenisnya. Dia memupuk perasaan cintanya, itulah sebabnya kegagalan percintaan atau perselingkuhan lebih menyakitkan bagi wanita," urai Dr. Raja

Sedangkan pakar yang lain mengemukakan hal yang sedikit berbeda, psikoterapis Dr. Reema Shah yang menyatakan bahwa urusan perasaan tidak bisa digeneralisasikan. Dr. Reema berargumen, perbedaan cara pria dan wanita dalam mengatasi masalah percintaan bukan karena gender, tapi lebih kepada kondisi sosial.

"Wanita bersikap demonstratif karena ada semacam persetujuan sosial yang 'membolehkan' mereka lebih terbuka secara emosional. Karena ekspresinya terlihat, orang jadi berpikir kalau wanita lebih sulit melupakan sakit hati," ujarnya.

Argumentasi kedua pakar tersebut makin mengamini jika realitas yang ada menunjukkan bahwa mayoritas wanita memang lebih memilih untuk berlama-lama dalam “derita” cintanya.

Maka teruntuk para kaum adam apapun sebutannya, mau yang ngakunya ikhwan atau bukan, sebaiknya tidak coba–coba mengetuk pintu hati wanita manapun dengan mengirimkan sinyal-sinyal cinta atau menanamkan benih cinta jika memang tidak dan belum sanggup membingkai cinta yang coba ditawarkannya dengan tanggung jawab. Tanggung jawab yang dimaksud adalah pernikahan. Mencintai berati menikahi. Itu prinsipnya. Tegas dan jelas.

Islam tidak memungkiri naluri dan fitrah insani dalam hal kecondongan terhadap lawan jenis. Allah berfirman,

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. Ali Imron : 14)

Dan jalan terbaik untuk mengelola naluri tersebut sudah ditunjukkan Allah pula dalam kitab-Nya.

Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. An Nuur : 32)

Namun apabila merasa belum sanggup memilih solusi yang Allah tunjukkan, Dia menunjukkan alternatif pilihan yang lain yakni,

"Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sampai Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya." (QS. An Nuur : 33)

Disebutkan pula di ayat yang lain,

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".(QS. An Nuur : 30)

Tak hanya kaum Adam, wanita pun dianjurkan melakukan hal yang sama.

Katakanlah kepada para wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) terlihat……. (QS. An Nuur : 31)

Pilihan-pilihan sudah disediakan. Maka, bila melanggar batasan yang ada Allah telah mengingatkan,

“Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al-Isra : 32)

Aturan Islam sudah jelas. Pada akhirnya berpulang pada diri masing–masing pilihan mana yang hendak diambil. Tentu sebagai insan yang tercerahkan oleh cahaya iman, semua tentu paham adalah kurang ahsan jika tindakan yang dilakukan akan menimbulkan kesusahan pada saudara seiman. Nasehat ini terutama bagi kaum Adam, jangan sampai karena sikap “kurang bertanggung jawab”nya menyebabkan saudaranya “menderita” berkepanjangan. Sebaliknya pula bagi kaum wanita, tak patut pula kiranya jika berlama-lama dan merasa nyaman dengan “derita cinta” sebab bisa jadi takdir terindah yang telah Allah siapkan jadi tertunda karenanya. So try to Move On girls…...!!! [Kembang Pelangi]
diteteskan dari sumber aslinya:
http://www.bersamadakwah.com/2013/07/ketika-akhwat-terperangkap-sinyal-cinta.html?showComment=1374158868876#c1695624062179028981

Minggu, 16 Desember 2012

amalan sunnah menuju syurga

Assalamu'alaikum wr wb, 

Pengunjung yang budiman kali ini Pawewet ingin sampaikan beberapa amalan sunah yang dapat menghantarkan kita ke syurganya Allah SWT,



-->
Memelihara wudhu serta menggosok gigi setiap Kali Berwudhu
Dalilnya adalah hadits riwayat Ahmad dengan isnad yang hasan dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda:

 لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي َلأَمَرْتُهُمْ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ بِوُضُوءٍ أَوْ مَعَ كُلِّ وُضُوءٍ سِوَا



 “Jika tidak khawatir memberatkan umatku, maka pasti aku akan memerintahkan mereka berwudhun untuk setiap shalat dan menggosok gigi setiap kali berwudhu.” Dalam satu riwayat mutafaq ‘alaih disebutkan:
لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي َلأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلا


 “Jika aku tidak khawatir memberatkan umatku, maka pasti aku akan memerintahkan mereka menggosok gigi setiap kali berwudhu.”

Shalat Dua Raka’at setelah Bersuci 

hadits dari Abi hurairah –Mutafaq ‘alaiah– sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda kepada Bilal:
يَا بِلاَلُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي اْلإِسْلاَمِ فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ مَا عَمِلْتُ عَمَلاً أَرْجَى عِنْدِي أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طَهُورًا فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلاَّ صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّي



 “Wahai Bilal, beritahukanlah kepadaku amal yang paling engkau harapkan di dalam Islam, karena aku telah mendengar ketukan kedua terompahmu di surga. Bilal berkata: Aku tidak mengamalkan suatu amal yang paling aku harapkan selain senantiasa shalat setiap kali selesai bersuci baik siang atau malam, selama shalat diwajibkan kepadaku.”
 
Adzan, Berdiri di Barisan Pertama dan Bergegas untuk Shalat

Dalilnya adalah hadits mutafaq ‘alaih yang diriwayatkan dari Abi Hurairah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ اْلأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لاَسْتَبَقُوا إِلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ َلأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا



“Andaikan manusia mengetahui keutamaan adzan dan barisan pertama (dalam shalat), kemudian mereka tidak bisa melakukan keduanya kecuali harus mengikuti undian terlebih dahulu, maka pasti mereka akan mengikuti undian. Andaikan mereka mengetahui keutamaan tahjir, niscaya mereka akan berlomba-lomba menggapainya. Dan andaikan mereka mengetahui keutamaan utmahdan shalat shubuh, niscaya mereka akan menunaikannya meski harus berjalan dengan merangkak.”

Juga berdasarkan hadits Al Bara riwayat Ahmad dan Nasai di dalam isnadnya. Telah berkata Al Mundziri tentang hadits ini adalah hasan baik sesungguhnya Rasulullah saw bersabda :

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصَّفِّ الْمُقَدَّمِ وَالْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ مَدَّ صَوْتِهِ وَيُصَدِّقُهُ مَنْ سَمِعَهُ مِنْ رَطْبٍ وَيَابِسٍ وَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ صَلَّى مَعَهُ


sesungguhnya Allah dan Malaikat memberikan rahmat kepada (orang yang ada pada) barisan yang ada di depan. Muadzin akan dimintakan ampunan sepajang suaranya oleh segala yang keras dan basah yang mendengar suaranya. Juga ia akan mendapatkan pahala orang yang sholat bersamanya. 

Menjawab Adzan 

Dalilnya adalah hadits mutafaq ‘alaih diriwayatkan oleh Al-Hudri, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:
إِذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ



 “Jika kamu mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkannya.”
Dalam satu riwayat Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash, dikatakan, sesungguhnya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللهَ لِي الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِي إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللهِ وَأَرْجُو أَنْ 
 أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ


 “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkannya, kemudian bacalah shalawat kepadaku. Karena siapa saja yang membaca shalawat kepadaku, maka Allah akan memberikan rahmat kepadanya sepuluh kali. Mintakanlah kepada Allah untukku derajat yang mulia di surga kelak (al-wasilah), karena al-wasilah adalah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali bagi hamba Allah. Dan aku berharap hamba Allah itu adalah aku. Siapa saja yang memintakannya untukku, maka dia berhak atas syafa’atku.”
 
Dalam hadits dari Jabir riwayat Bukhari, dikatakan, sesungguhnya Nabi saw. bersabda:

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ


“Barang siapa ketika mendengar adzan mengucapkan: ’Ya Allah, Pemilik panggilan yang sempurna ini dan Pemilik shalat yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad saw. wasilah dan fadhilah; kirimkan kepadanya kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan padanya’; maka pasti dia berhak atas syafa’atku di hari kiamat.”
Maksud sabda Nabi saw.حين سمع النداء” 


      (ketika mendengar adzan) adalah setelah adzan itu selesai dikumandangkan.

Demikian beberapa amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk kita semua, agar kita bahagia di dunia dan di akherat sana 

Dari Berbagai sumber 
 

Kamis, 22 November 2012

romantisnya rasulullah

Pengunjung SAUNG HIJAU PAWEWET yang budiman saat ini pawewet hanya copy paste saja dari eramuslim, setelah pawewet buka-buka lagi ebook pawewet temukan tulisan yang menarik dan bermanfaat kayaknya cocok untuk posting kali ini, selamat membaca semoga bermanfaat
-->



Romantisnya Rasulullah

eramuslim, Buat para suami-suami, seringkali kita memperdebatkan dan memperbincangkan permasalahan yang berkaitan dengan kebahagiaan berumah tangga

Seorang bapak (suami), pernah bertanya dalam sebuah dialog interaktif konsultasi keluarga di sebuah situs Islam lokal, tentang bagaimana mendapatkan kasih sayang dan pengabdian istri. Dan yang tidak kalah 'heboh', tidak sedikit pertanyaan yang ujung-ujungnya ingin melakukan poligami dengan berbagai alasan tentunya
.
Poligami, jelas sangat diperbolehkan dan dicontohkan oleh baginda Rasul meski pun dalam tradisi dan budaya masyarakat kita, beristri lebih dari satu masih merupakan hal yang dianggap tidak lazim bahkan tabu
.
Namun sepertinya, ada hal yang sering terlupakan oleh para suami, sudahkah kita mencontoh Rasulullah dalam urusan romantisme berumahtangga? Sehingga Nabi SAW -karena romantismenya yang luar biasa terhadap para istri beliau- tidak pernah kita mendengar ada masalah yang besar dalam rumah tangga bersama para istrinya.
Jadi, untuk sementara kesampingkan dulu masalah seperti ketidakbahagiaan beristri yang usianya lebih tua, rumahtangga tidak harmonis, sehingga memunculkan wacana yang saat ini sedang ngetrend; poligami
.
Padahal sesungguhnya jika kita mau merenunginya kembali, bisa jadi permasalahan utamanya sangat sederhana; kita kurang romantis!
Mari kemudian kita cermati tauladan dari Rasulullah, manusia agung yang sangat romantis terhadap istri-istrinya sebelum kita bicarakan niat atau kemungkinan untuk berpoligami
.
Rasulullah SAW adalah contoh yang terbaik seorang suami yang mengamalkan sistem Poligami. Baginda Nabi sangat romantis kepada semua istrinya
.
Dalam satu kisah diceritakan, pada suatu hari istri-istri Rasul berkumpul ke hadapan suaminya dan bertanya, "Diantara istri-istri Rasul, siapakah yang paling disayangi?". Rasulullah SAW hanya tersenyum lalu berkata, "Aku akan beritahukan kepada kalian nanti"
Setelah itu, dalam kesempatan yang berbeda, Rasulullah memberikan sebuah kepada istri-istrinya masing-masing sebuah cincin seraya berpesan agar tidak memberitahu kepada istri-istri yang lain.
Lalu suatu hari hari para istri Rasulullah itu berkumpul lagi dan mengajukan pertanyaan yang sama. Lalu Rasulullah SAW menjawab, "Yang paling aku sayangi adalah yang kuberikan cincin kepadanya". Kemudian, istri-istri Nabi SAW itu tersenyum puas karena menyangka hanya dirinya saja yang mendapat cincin dan merasakan bahwa dirinya tidak terasing.
Masih ada amalan-amalan lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan suasana romatis seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Apabila pasangan suami istri berpegangan tangan, dosa-dosa akan keluar melalui celah-celah jari mereka"
.
Rasulullah SAW selalu berpegangan tangan dengan Aisyah ketika di dalam rumah. Beliau acapkali memotong kuku istrinya, mandi janabat bersama, atau mengajak salah satu istrinya bepergian, setelah sebelumnya mengundinya untuk menambah kasih dan sayang di antara mereka
.
Baginda Nabi SAW juga selalu memanggil istri-istrinya dengan panggilan yang menyenangkan dan membuat hati berbunga-bunga. "Wahai si pipi kemerah-merahan" adalah contoh panggilan yang selalu beliau ucapkan tatkala memanggil Aisyah
.
Itulah sedikit contoh romantisme Rasulullah SAW yang dapat kita teladani dan praktekkan dalam kehidupan berumahtangga. Tentu, masih banyak contoh romantisme lainnya
.
Kepada suami-suami yang baik, mulailah bersikap lembut dan berupaya membuat sang istri selalu mengembang senyumnya. Peganglah tangan istri anda setiap waktu, setiap kesempatan. Begitu pula para istri-istri yang sholehah, peganglah juga tangan suami anda untuk menghapuskan segala dosa-dosa
.
Jadi, jika kita bisa meniru romantisme ala Rasul, sehingga istri pun membalas dengan yang tidak kalah romantisnya, masalah mana lagi yang sempat mampir dalam bahtera rumahtangga kita?
Ibarat kata, tidak ada makanan di rumah pun bisa diselesaikan berdua dengan tetap tersenyum, bukan begitu?