- Yth : Saudaraku kader PKS ….
Dimanapun kalian berada
Semoga kalian berkesempatan membaca surat kami, surat dari admin embun bening, sekedar simpatisan kalian…
Dalam beberapa bulan ini kalian banyak diguncang fitnah, cobaan yang sangat berat bagai godam besi menghantam barisan kalian, semua mata masyarakat seolah menelanjangi kalian, dengan tuduhan yang begitu menyakitkan, persepsi masyarakat seolah sama bahwa kalianlah penjahatnya, ditambah lagi dengan begitu besar peran media menggiring opini umat, yang menggelontorkan sebuah pemahaman bahwa kalian adalah tertuduh, pesakitan, yang tak layak dikasihani.
Untuk menghadapinya dibutuhkan keteguhan hati akan prinsip yang kalian pegang. Saat inilah kesempatan untuk melihat kualitas perjuangan kalian apakah laksana emas atau lumpur murahan yang banyak tercecer dipinggiran jalan. Dalam hal ini cukup para pendahulu kita Rasulullah SAW dan para sahabat jadi tauladan manakala cobaan dan fitnah mendera mereka tetap lantang mengatakan ”... aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata...”
Hal itu bisa kalian lakukan jika kalian seperti mereka, Mereka tidak akan mengajak manusia menuju Allah bermodalkan sekedar asumsi-asumsi atau prasangka-prasangka yang tidak jelas. Mereka hanya akan mengajak manusia menuju Allah dengan hujjah, dalil dan petunjuk yang valid dan bisa dipertanggung-jawabkan di sisi Allah yang menjadi tujuan seruan mereka itu, pertanyaannya adalah apakah kalian juga seperti itu ? , kalianlah yang mampu menjawabnya sendiri ..
Sahabatku kader PKS…
Dapatkah kalian seperti ungkapan Sayyid Quthb menggambarkan sikap para aktifis da’wah Islam sebagai berikut: ”Kami berada dalam hidayah dan cahaya Allah. Kami sangat mengenal jalan kami. Kami berjalan di atasnya dengan penuh kesadaran, pengetahuan dan pengenalan. Kami sama sekali tidak akan sesat, kemudian mencari-cari petunjuk jalan dan menerka-nerka. Jalan kami adalah jalan yang meyakinkan, terang dan bercahaya. Mahasuci Allah dari apa-apa yang tidak layak dengan keagunganNya. Kami memisahkan diri, mengasingkan diri, membedakan diri dari orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah. ”Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".
Sebuah ungkapan yang sangat manis sangat ideal untuk kalian para pengemban dakwah… apakah sudah teralisasi saat ini, didalam diri kalian, dalam barisan /shaf-shaf kalian, atau dalam organisasi besar Kalian PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
Sahabat….
Begitu besar badai fitnah itu menerjang seolah matarantai yang panjang dan sangat kokoh menggebuk, merangsek, mencabuk hingga kalian terkuliti satu persatu.. tercerai berai hingga musnah berantakan.?? Apakah itu yang kita mau?? Tidak bukan itu, yang kita mau adalah barisan kalian tetap tegar walau sekuat sekokoh dan sebesar apapun badai itu menerjang dan menghantam… Hanya dengan bersandar pada Allah lah kalian menjadi kuat, karena pelindung yang maha melindungi hanyalah Allah SWT, jangan sekali-kali mengharapkan manfaat dari sesame manusia, kelompok organisasi atau apapun bentuknya semua tiu hanya pertolongan semu ingatlah firman Allah SWT :
”Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui. Sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang mereka seru selain Allah. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.” (QS Al-Ankabut ayat 41-43)
Ingatlah mereka membuat makar dan Allah juga membuat makar sesungguhnya makar Allahlah yang pasti menang… Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan
Dari yang hanya sekedar simpatisan
Senin, 22 Juli 2013
SURAT TERBUKA UNTUK KADER PKS
Rabu, 06 Oktober 2010
apa jadinya ya tukang cukur jalanan bicara teroris
Bismillahirrahmanirrahiim
Kisah tak nyata ini adalah tidak benar-benar terjadi, dalam suatu panasnya siang, hari itu benar-benar panas, terik, sang mentari seakan tak jemu-jemunya membakar segala yang ada dibawahnya, samar-samar terdengar dialog antara tukang cukur dengan pelanggannya. "hmm..Pakde sampean ini kok semakin terampil saja toh..mencukurnya,..sang pelanggan memecahkan keheningan setelah sekitar lima menitan dicukur rambutnya,.."hey..hey..biasanya jika yang aku cukur sudah mulai memuji-muji, ujung-ujungnya ada maunya nih", he..he.. jangan suudzon begitu dong Pakde, aku iki memuji tulus, setulus tulusnya..lek sampean nggak gelem dipuji yo..wis..., sejurus kemudian pacah tawa keduanya "hua..ha..ha..ha..".
"Kang leman?".."opo tho Pakde". "negoro kita ini kok semakin panas saja ya?" sang tukang cukur bertanya dengan sikap lebih serius..'ono opo tho Pakde,.aku dadi wedi kok serius amat tho jenengan iki"..jawab sang pelanggan seraya membetulkan kain putih lusuh yang sedari tadi dikenakan selama proses pencukuran. "Gini Lho..aku perhatiin ya ngak orangnya..nggak alamnya..kok panas sekali ya?, contoh siang ini hwuahh sumuknya bukan main,..trus orang-orangnya juga lho kang"..njenengan ngikutin berita di TV nggak, atau njenengan nggak punya TV,..Ha..ha..ha...,sang tukang cukur tertawa lepas sekali, sampai-sampai mbak inah tukang pecel sebelah tempat cukur itu, menoleh sebentar kemudian sibuk kembali mengulek sambel kacangnya.. "Pak de ini lho ngenyek opo"..silahkan Pakde aku undang untuk melihat TV dirumahku sambil minum teh nanti malam!" jawab sang pelanggan sambil bersungut-sungut. weleh-weleh gitu aja marah kang..kalu marah kumismu itu lho nggilani,..Whua..ha..ha..ha.tawa mereka berdua pecah kembali.
"Kang leman nonton tho ada berita para perampok merampok Bank, untuk biaya teroris, kemudian di buru oleh polisi ketangkep.. eh beberapa hari kemudian kantor polisi diserbu kawanan itu".. jan..jan..kok koyo filem-filem hollywood aja yo".. sedetik kemudian sang pelanggan diam seakan termenung,..Kang.kok malah ngelamun njejengan iki?", bentakan sang tukang cukur mengagetkannya. begini Pakde kok kayone nggak nyambung yo,..katanya para teroris ini bermaksud mendirikan negara Islam, berdasarkan hukum islam, kok cara pendiriannya telah menyimpang dari islam begitu ya?.."lha emboh kang,aku yo nggak tahu emangnya aku ini pengamat teroris apa, kok takon karo aku"...
tapi kalo dari di kaji sisi islam itu sendiri koyone memang sudah menyimpang lho kang Pertama, Islam mengharamkan pembunuhan terhadap manusia yang tidak bersalah, baik Muslim maupun non-Muslim (Lihat: QS al-Maidah [5]: 32). Kedua, merusak dan menghancurkan harta benda milik pribadi maupun umum juga haram (Lihat: QS al-Qashash [28]: 77). Ketiga, Islam juga mengharamkan teror dan intimidasi terhadap orang Islam, sebagaimana sabda Nabi saw.:
«لاَ يَحِلُّ لِلْمُسْلِمِ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا» Tidaklah halal seorang Muslim menteror Muslim yang lain (HR al-Baihaqi). panjang lebar si tukang cukur menerangkan,..Wah Pakde diem-diem banyak ilmunya juga ya..kenapa aku baru sadar sekarang"..wis kono Pakde jadi ustad aja" kok malah jadi tukang cukur itu lho"..Whua..ha..ha tawa sang tukang cukur membahana hingga ke terdengar beberapa meter dan memasuki setiap los pasar tradisional itu. o..walah kang sopo seng mau denger aku bicara..lha waong tukang cukur bisa apa sih".. terus gimana Pakde terusin dong aku mau denger lanjutannya..
ngene yo kang.. le miturut aku nggak ada alasa syar'i mendirikan negara islam dengan menggunakan kekerasan,jika pun benar bahwa mereka yang melakukan aksi teror tersebut bertujuan untuk menegakkan Negara Islam (Daulah Islam) atau Khilafah Islamiyah, seperti dinyatakan oleh aparat terkait dengan berbagai kasus terorisme, maka pertanyaannya: bukankah cara-cara seperti ini justru bertentangan dengan tujuan mereka?. ck..ck..ck hebat, hebat sampean Pakde cocokke sampean itu mlebu ning TV one, jadi nara sumber pakde, yang dipuji semakin bersemangat. dan gini ya..bukankah seharusnya mereka itu malah menunjukkan kearifan islam, keindahan islam, dan keagungan islam, sehingga perjuangan mereka dapat simpati dari dalam maupun luar islam.
sedang asyik asyiknya bergaya bak pengamat, tersontak kang leman "waduh..Pakde semangat sih semangat tapi kupingku ojo di potong sakit iki",..hah wah ngapurone kang leman nggak keliatan e..tapi nggak berdarah kok..." yo wis nggak po-po, teruskan Pakde.. tapi sing ngati-ati ojo kupingku sampen potong lagi..Daulah Islam atau Khilafah Islam adalah sistem pemerintahan yang menjalankan hukum-hukum Islam. Kalau benar tujuan mereka ingin mendirikan Khilafah yang nota bene hendak menjalankan hukum-hukum Islam secara kaffah, lalu mengapa cara-cara yang mereka lakukan justru bertentangan dengan hukum Islam yang mereka perjuangkan?, "lha embuh Pakde..ojo takon aku...
jadi yo kang leman sebenarnya cara-cara teror itu bertentangan denganyang disunahkan Nabi dalam perjuangan Islam, sebab mendirikan negara islam itu bukan membangun fisik, tetapi dibangun dulu keyakinan masyarakat jadi cara kekerasan, pemaksaan kehendak itu tak akan mampu mendapat dukungan masyarakat, cara yang terbaik adalah benahi dulu masyarakat dengan nilai-nilai yang islami, yang tertepat adalah dengan cara dakwah, bukan teror
plok..plok..plok mendadak kang leman bertepu tangan...hebat hebat nggak nyongko aku duwe temen pinter tenan..."Nah aku ada pertanyaan nih Pakde, kira-kira gerombolan yang merampok apa mereka memahami hasil rampokannya sama dengan rampasan perang pada zaman rasul. Wah sampean iku kang leman tanyanya kok kayak Tina Talisa di TV one aja, susah sekali..sang tukang cukur terdiam sejenak kemudian berkata "menurut aku sih nggak sama ya,..aku inget Syaikh Abdul Qadim Zallum (2004: 46) dalam Kitab Al-Amwal fi Dawlah al-Khilafah, fa’i adalah semua harta yang diperoleh/dikuasai kaum Muslim (Daulah Islam) dari harta orang kafir tanpa pengerahan pasukan/peperangan. Pada zaman Nabi saw., saat ada Daulah Islam, contoh harta fa’i adalah harta yang diperoleh kaum Muslim (Daulah Islam) dari komunitas Yahudi Bani Nadhir serta kampung halaman dan harta-harta yang mereka tinggalkan karena gentar menghadapi kaum Muslim. Harta fa’i’ juga mencakup harta benda-termasuk tanah-yang diserahkan kaum kafir kepada Daulah Islam karena takut menghadapi tentara Islam. Contohnya adalah harta yang diperoleh kaum Muslim dari penduduk Fadak yang beragama Yahudi. Inilah makna fa’i yang dimaksud dalam firman Allah SWT:
وَما أَفاءَ اللَّهُ عَلىٰ رَسولِهِ مِنهُم فَما أَوجَفتُم عَلَيهِ مِن خَيلٍ وَلا رِكابٍ وَلٰكِنَّ اللَّهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهُ عَلىٰ مَن يَشاءُ ۚ وَاللَّهُ عَلىٰ كُلِّ شَيءٍ قَديرٌ
Harta rampasan (fa’i) apa saja yang telah Allah berikan kepada Rasul-Nya, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kuda pun dan seekor unta pun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada Rasul-Nya terhadap siapa yang dikehendaki-Nya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu (QS al-Hasyr [59]: 6)
"kalu boleh aku simpilkan ya maksud Pakde apapun alasannya, merampok adalah haram. Yang ada dalam Islam adalah pembagian rampasan perang dan untuk menyatakan perang adalah hak negara, bukan hak kelompok atau perorangan.", "nah itu kang leman pinter..Hwua..ha..ha..ha....
"ada satu yang aku khawatirkan".."opo iku Pakde","aku khawatir kalu citra islam menjadi jelek, aku khawatir jangankan orang luar islam memandang jelek, takutnya nanti orang islam sendiri jadi ragu terhadap agamanya, apakah memang begitu ajaran Islam,". "Nggak Pakde,.menurut ku hal itu nggak bakalan terjadi". "alasannya apa kamu ngongong gitu kang leman, setiap pendapat harus pake alasan yang tepat, "ok aku kasih alasannya" agama kita nggak bakalan terhapus begitu saja, karena jelas bersumber dari Al Qur'an wahyu Allah, dan Allah sendiri yang akan menjaganya, keindahan ISlam, kebesaran Islam, dan kegungannya pasti akan selamanya terjaga, siapa yang bisa melawan penjagaan Allah.
"Weleh-weleh kang leman semakin pintar",..makanya setiap individu kita mari kita tunjukkan keindahan islam dengan keindahan akhlaq kita, dalam setiap bidang hidup kita agar islam tertampakkan yang aslinya, sebagai agama yang tinggi, dibanding semua tatanan sosial manusia yang lain"..
"Wis rampung, piye apik ora potonganku?",..bukan potonganmu pakde sing apik tapi aku yang nganteng jadi potongan kaya apa aja yanh enak dipandang seenak memandang wajahmu.."dasar..wis bayar tujuh ribu rupiah saja...
Alhamdulillahirabil'alamin
Jumat, 27 Agustus 2010
Siapa yang salah Alqur'an atau kita
Asalamu'alaikum para pengunjung SAUNG HIJAU PAWEWET yang berbahagia, tak terasa sudah jatuh malam ke 19 dari bulan Ramadhan, perasaan baru kemarin kita menyambutnya, dengan berbagai persiapan yang kita lakukan.
Beberapa hari ini sejak menginjak malam ke 17, kalau kita amati berbagai diskusi, ceramah, kajian ilmu memiliki kesamaa topik yaitu tetang Alqur'an, hal ini sangat wajar karena momennya pas dengan tanggal yang diyakini sebagai hari diturunkannya Al Qur'an (Nuzulul Qur'an). Dimana Allah SWT menurunkan kitab Suci, sebagai panduan untuk orang yang beriman.
Jika kita kembali ke belakang kemasa-masa Rasululllah SAW,dan para sahabatnya, mengapa ya kok mereka mampu tercetak sebagai generasi seperti itu, sebagai generasi yang mampu mengadakan revolusi dari dzulumat menuju nur dari zaman yang penuh kegelapan menuju zaman yang terang benderang, dan penuh kemulyaan, sebuah revulsi yang begitu cepat mengubah tiap individu dari mereka menjadi lebih baik, menguban keluarga menjadi lebih baik, bahkan merubah tatanan sosial yang jauh lebih baik.
Banyak kisah tentang itu dimana mutu individu, lingkungan, dan tatanan sosial yang tinggi, sebagai contoh adalah kisah seorang shahabiyah yang memiliki mutu individu yang mengagumkan akibat tempaan nilai-nilai Alqur'an, alkisah seorang sahabat hendak pergi ke perjalana da'wah, kemudian dia berpesan kepada sang istri, " wahai istriku jangan engkau pergi ke mana-mana sebelum aku datang", singkat cerita berangkatlah sang suami , dalam beberapa hari ada seorang mengetuk pintunya. seorang tamu yang mengabarkan tentang sakitnya ibunya. namun apa jawab shabiyah ini "mohon maaf saudaraku aku tidak bisa menjenguk sakitnya Ibuku, aku sangat sayang pada beliau, namun aku telah berjanji pada suamiku tidak meninggalkan rumahsebelum ia pulang". maka kembali lah sang utusan tanpa membuahkan hasil. kemudian beberapa hari kemudian datang lagi tamu yang sama." aku datang kesini hendak menyampaikan pesan dari keluargamu bahwa Ibumu telah meninggal, dan engkau diharapkan menghadiri pemakaman beliau. kemudian bercucuranlah air mata shahabiyah ini. Aku sangat cinta pada Ibuku, dan ingin sekali menghadiri pemakamannya, melihat rupanya tuk terakhir kali, namun aku telah berjanji untuk tidak meninggalkan rumah sebelum suamiku pulang. maka kembali sang utusan tanpa membawa hasil. Kemudian dengan kesalnya sang utusan melaporkan kejadian itu kepada Rasulullah SAW. "wahai rasulullah aku ingin melaporkan seorang anak perempuan dari seorang ibu, anak perempuannya sudah durhaka kepada ibunya, dia tidak mau menjenguk kala ibunya sakit keras, bahkan sampai-sampai tidak mau menghadiri pemakamannya, hanya dengan alasan bahwa ia telah berjanji kepada suaminya tidak meninggalkan rumah sebelum suaminya kembali dari medan dakwah.
Kemudian Rasulullah SAW menjawab, " ketahuilah wahai saudaraku Allah SWT telah mengampuni seluruh dosa Ibu tadi karena kepetuhan anak perempuannya kepada suaminya". sungguh sebuah pendirian yang tidak akan dapat di capai oleh orang-orang yang tanpa prinsip. dimana nilai-nilai Alqur'an telah mengajarkan kepatuhan seorang Istri kepada suaminya. dan prinsip ini tercermin dalam pendirian dan tingkahlakunya.
Pertanyaannya sekarang adalah mengapa pada zaman itu nilai Al-Qur'an mampu mencetak individu sekaliber ia, dan mengapa jauh sekali dengan kondisi saat ini, dimana kemerosotan moral dimana-mana, maksiat menjamur, dan kecurangan disana-sini, bukankah Alqur'annya sama, tidak ada perubahan isi Alqur'an zaman itu dengan zaman ini. dan potensi manusianya juga sama lain halnya jika manusia pada zaman itu setengah dewa dan zaman sekarang adalah manusia biasa, manusiannya sama-sama manusia biasa.
Mengapa zaman sekarang ada seorang SMP yang melahirkan, dan anaknya di buang di toilet sekolah, mengapa zaman sekarang ada dua orang artis bahkan lebih melakukan adengan amoral dan disebarkan kepada khalayak, mengapa zaman sekarang banyak para pejabat negeri yang sangat rakus tak puas mengisi kantong pribadi sementara kantong rakyatnya tipis, jika disebutkan banyak sekali kasus-kasus yang sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai Al-Quran, dan kondisi tatanan sosial yang sangat rapuh dlam hal etika jika dibanding para generasi terdahulu kita.
Sahabat pengunjung SAUNG HIJAU PAWEWET yang berbahagia, kita harus mencoba meneliti kembali kayaknya ada yang salah, apakah Alqur'annya yang salah atau kita selaku umatnya yang salah. Alqur'an tidak mungkin salah karena Allah sendiri yang menjaganya. mungkin sudah saatnya umat ini insrospeksi, muhasabah, dan beristighfar jika ada kesalahan, dan bersukur jika menemukan kebaikan. Paling tidak coba kita renungkan kembali sejauh mana interaksi kita terhadap Alqur'an yang diyakikini sebagai sumber nilai kehidupan. Sejauh manakah kita berinteraksi dengannya, mungkin tingkat-tingkat interaksi yang dapat kami sebutkan dibawah ini, dapat sebagai tangga kita menelusuri sejauh manakah tingkat interaksi kita dengan Alqur'an, tingkat-tingkat interkasi tersebut adalah:
1. Membacanya
Konon membaca pada zaman Rasulullah SAW, adalah hubungan seseorang yang terjauh dengan Aqur'an, kalau zaman sekarang membaca sudah merupakan hubungan yang sangat hebat, itulah perbedaannya, kalau zaman sekarang tingkat interaksi terjauh adalah orang yang tidak membacanya, yang hanya menjadikan Alqur'an hanya sebagai hiasan di lemari bukunya, atau di rak-rak diruang tamunya. hal ini patut kita renungkan tingkat interaksi yang terendah sana sudah berbeda zaman sakarang dengan zaman para pendahulu kita. Padahal kata Rasulullah membaca Alquran akan mendapat pahala ganjaran yang baik dari Allah SWT.
2. Menghafalnya
Tingkatan selanjutnya adalah menghafalnya. ini adalah setingkat lebih baik dari tingkat sebelumnya. dikalangan sahabat menghafal menjadi kegiatan yang lumrah orang biasapun terbiasa menghafal Alquran, mungkin kalau zzaman sekarang kegiatan menghafal hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu saja oleh orang yang bergelar Ustadz, oleh orang yang berkecimpung di dakwah, dan para orang-orang yang disebut alim. sehingga orang akan terkagum-kagum dengan orang yang mampu menghafal Alquran karena termasuk dalah manuasia langka, itulah perbedaannya, menghafal Alqur'an seharusnya adalah pekerjaan setiap orang orang beriman,seperti pada zaman para pendahulu kita
3. Mengamalkannya
Tingkat selanjutnya adalah mengamalkannya, dan ini merupakan hak sekaligus kewajiban kita semua selaku orang beriman, pertanyaannya adalah bagaimana kita mau mengamalkannya jika membacanyapun kita tidak?, apa yang akan kita amalkan jika kita tidak tahu isinya?, kita tidak tahu apa yang akan kita amalkan.
Sebuah jawaban akan fenomena yang terjadi pada zaman ini, mengapa ada anak SMP membuah bayinya di toilet sekolah?, mengapa ada artis yang berani melakukan adegan amoral?, mengapa para pejabat negeri ini sangat lihai berlaku curang?, karena mereka tidak mengamalkan kandungan Alqur'an pedoman hidup mereka sendiri, pertanyaan selanjutnya adalah mengapa mereka tidak mengamalkan? karena mereka tidak tahu isinya, pertanyaan akan berlajut mengapa mereka tidak tahu isinya karena mereka jarang membacanya
4. Mengajarkannya
Ini adalah tingkat interaksi yang paling sempurna, dimana terjadi saling mengajarkan antar individu, pada zaman para shabat dulu sudah lumrah jika mereka saling mengkoreksi hafalannya, diwaktu senggang berkumpul sesama mereka saling mendengarkanhafalan Alquran satu sama lain, murajaah hafalan masing-masing. mungkin ini yang sudah hilang dalam generasi sekarang. dimana mengajarkan Alqur'an dan nilai-nilai alqur'an hanya ada di bangku sekolah saja, hanya ada di majelis ta'lim saja, hanya ada di pesanteren saja. dan yang lebih parah adalah yang berhak mengajarkan alqur'an kepada sesamanya hanya orang yang bertitel uztadz saja, hanya para mubaligh saja, sehingga terjadi penyempitan makna da'wah. padahal Khoirukum mantalamal Qur'an watu'alimuhu. sebaik-baiknya kalian adalah yang mengamalkan alqur'an dan mengajarkannya,
Mungkin tingkatan diatas dapat sebagai bahan renungan buat kita semua yang hidup pada zaman ini, ternyata begitu besar perbedaan interaksi kita dengan Alqur'an jika dibandingkan dengan para pendahulu kita. maka wajarkah jika produk yang dihasilkan adalah umat yang jauh lebih lemah darai mereka, dan tugas kita semua untuk mengembalikannya
Alhamdulillahirrabbil alamin
Wallahu 'alam
Pawewet
Sabtu, 10 Juli 2010
Gaza Riwajatmoe Doeloe
Pada posting yang lalu pawewet menebarkan semangat tuk pengunjung sekalian untuk menulis serentak pada tanggal 9 juli 2010 tentang Gaza, dengan tema gaza kami tidak akan melupakanmu. Dan pada saat itu besar niat pawewet tuk ikut berpartisipasi, namun Allah menghendaki lain, hari itu pawewet sangat sibuk di pekerjaan offline, sehingga tiada berkesempatan tuk online.
Nah pengunjung sekalian, tiada kata terlambat dalam hal ini, maka demi suatu niat tuk partisipasai dalam tanggal 9 hari menulis tentang gaza berikut pada hari ini pawewet posting tulisan itu.

“Jika khalifah utsmaniah dimusnahkan pada suatu hari, maka mereka boleh mengambil tanah palestina tanpa membayar harganya, Akan tetapi semantara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ketubuhku daripada melihat tanah palestina dikhianati dan dipisahkan dari khalifah Islamiyah. Perpisahan adalah suatu yang tidak akan terjadi. Aku tidak akanmemulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup”. Perkataan ini mencerminkan sikap tegas pemiliknya,..ya sikap yang tegas tanpa kompromi ditunjukan oleh Sultan Abdul Hamid II sewaktu didatangi oleh Theodor Hertzl, (pendiri Negara Israel sekarang) mereka minta izin mendirikan gedung di Al Quds, permohonan itu ditolak, kemudian Hertzl pun menawarkan berbagai iming-iming hingga keluarkan perkataan tersebut cerminan sikap tegas sang khalifah.
Saat ini apakah sikap tegas itu telah tidak ada lagi di dada kaum muslimin, dimana mereka manakala, terror melanda masyarakat palestina, dimana mereka manakala satu-persatu pemukiman warga palestina berubah menjadi pemukiman warga yahudi. Aduhai mungkin sang sultan akan menangis demi menyaksikan para generasi penerusnya kini tak sanggup lagi diwarisi sikap tegas, kemudian menjadi cengeng dengan sejuta pengharapan kepada musuhnya dahulu.
Cukup sudah .. tragedy kapal Mavi Marmara melengkapi bukti kedegilan Israel, dalam melecehkan kearifan dunia,..bagaimana tidak, sikap mereka terhadap para relawan, tidak mencerminkan kelayakan beradab dalam peradaban, nilai, agama, serta etika moral manapun. Mereka para relawan adalah bagian dari anak dunia yang sedang melaksanakan misi kemanusian tanpa panda bulu, warna kulit, ras, agama, klutur. Mereka berbaur demi misi suci kemanusian yang selama ini dilecehkan oleh Israel. Misi mereka jelas kemanusian, kesehatan, dan penganan bala bantuan darurat seperti pakaian pangan dan obat-obatan.
Mereka bukan tentara, mengapa diperangi,. mereka tak bersenjata mengapa diancam bahkan dicederai dengan senjata. Sungguh drama konyol dalam pentas peradaban yang hanya mampu dimainkan oleh orang-orang konyol dan barbar teganya mereka melukai, bahkan mengambil nyawa para relawan itu.
Tragedy mavi marmara adalah satu dari serentetan sikap pelecehan Israel terhadap kearifan dunia. Sejarah telah membuktikan rentetan itu kini telah bertambah panjang. salah satu pernyatan relawan asal Indonesia yaitu Ustadz Ferry Nur ketua KISPA salah satu organisasi massa yang konsen terhadap perkembangan, dan bantuan terhadap palestina, beliau mengatakan dalam sebuah wawancara di salah Televisi swasta nasional “sedikitnya ada tiga hal yang dapat diambil dari pengalaman di kapal Mavi Marmara, yang pertama, saya mendapatkan kejelasan secara nyata watak sebenarnya dari Israel yang selama ini saya hanya mendengar, membaca serta melihat dilayar kaca, sehingga memberikan keyakinan kepada saya tentang kekejaman, kesadisan, kebrutalan, anarkis, yang dilakukan pemerintah Israel terhadap rakyat gaza palestina. Kedua saya juga merasakan persaudaran yang terbangun diantara para relawan yang berjumlah kurang lebih 750 orang, dari 50 negara, kami berbeda warna kulit, bahasa, latarbelakang organisasi dll, tetapi pada satu waktu itu kami memiliki tujuan yang sama yaitu membantu saudara-saudara kita di gaza, dengan cara memberikan bantuan riil kepada mereka walau akhirnya tertunda setelah dibajak Israel.
Ketiga saya mendapat pelajaran tentang nilai spiritual, yang kita rasakan sekali rasa kedekatan kita kepada Allah SWT, melalui doa-doa yang kita panjatkan.
Subhanallah pengalaman langsung yang diberikan Allah SWT kepada beliau, selayaknya kita juga menggali nilai-nilai dari pengalaman beliau, sebab pengalaman bukan hanya merasakan dan menjalani sendiri tetapi nilai-nilai dapat kita ambil dari pengalaman orang lain. Saat ini gaza dalam blokade Israel gaza bagai penjara bagi warganya sendiri coba anda bayangkan bagaimana jika kita hidup dinegeri sendiri bagai hidup dalam penjara, blokade gaza sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusian dan nilai -nilai keadilan, oleh karena itu harus dilawan. langkah apapun yang kita lakuka yang penting perlawanan itulah perlunya ada silaturahmi antara elemen-elemen islam yang ada melakukan sinergitas, menguatkan ukhuwah islamiah, karena hanya dengan hal itu, dan rahmat Allah SWT insyaallah blokade itu dapat terbebas.
kenyataan sekarang para pengasa muslim tidak memberikan respon berarti kecuali kecaman dan kutukan, apakah kecaman dan kutukan akan menyelesaikan persoalan ini, tidak!!, Turki misalnya yang warga negara paling banyak menjadikorban keganasan israel di kapalmavi marmara hanya sekedar menrik duta besarnya dari tel aviv.Perdana menteri turki Recep tayyip erdogan tidak berani memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Israel,
Senada sikap yang ditunjukkan oleh para pemimpin Islam, bagai ayam sayur yaitu ayam jantan yang keluar dari kodratnya sebagai petarung yang hanya cocok untuk disayur, kemudian solusi pedamaian yang digembargemborkan, adalah "two state solution" pengakuan dua negara, karena Israel sudah berada disana, apakah ini adil, dalam hal ini tokoh HTI Ismail yusanto mengatakan " solusi dua negara ini memberikan pengakuan kepada perampok apakah anda mau jika tiba-tiba orang merebut rumah anda kemudian solusinya adalah ya sudah kamu dikamar depan dan saya dikamar belakang jadi solusi ini harus ditolak.
Gaza sebenarnya adalah permasalahan usang dari dulu hingga kini, yang tidak selesai akibat kedegilan Israel dan cinta dunia para pemimpin Islam
Gaza walau engkau jauh di belahan dunia sana, tapi kami yang disi tak akan meninggalkan, dan melupakanmu....
Alhamdulillahirabilalamin
Kamis, 01 Juli 2010
nada sumbang transaksi sumbangmenyumbang

Huahh...hari yang melelahkan,.. seharian tadi pawewet dinas luar, biasa keliling-keliling out dor dalam rangka mencari asap dapur, sekarang tinggal penatnya rasanya nyaman sekali meluruskan pinggang setelah seharian posisinya bengkok diatas speda motorku, tapi ngomong-ngomong ada suatu hal yang mengusik "naluri menulisku" he..he.. kayak penulis hebat aza..., itu lho, kok dikotaku semakin banyak aja peminta sumbangan dari masjid, pesantren, dan yayasan sosial islam.
Dalam perjalanan dari komplek perkebunanku sampai Kota Tanah Bumbu sudah beberapa titik kujumpai di pinggir jalan panitia pembangunan masjid, sedang meminta sumbangan kepada para pemakai jalan, bahkan ada salah satunya yang setahuku sudah lama sekali, belum selesai-selesai,
"Allahumashali'ala Muhammad, wa'alaali muhammad, kepada para pengguna jalan kami mohon keredaannya tuk menyisihkan sebagian kecil saja dari harta Bapak/Ibu/sdr sekalian, sebagian kecil itu sangat besar manfaatnya bagi kami" demikian terdengar sangat hingar bingar, berlomba degan desing sepeda motor atau mobil yang lewat, dan jika ada satu pengendara yang memberikan uangnya maka terdengarlah untaian doa yang ditujukan padasi pemberi, "Terimakasih kepada Bapak yang telah memberikan uangnya semoga diberikan kesehatan, panjang umur berkah dan melimpah rezeki dan Bapak dituntun oleh Allah SWT kepada keselamatan dunia dan akherat"..AAMMIINN...
Fenomena ini sudah terjadi sejak lama di kotaku tetapi aku merasakan kok semakin hari semakin banyak saja ya...timbul dalam benakku kok cara seperti itu tidak elegan..ya..??, dan apakah tidak ada cara lain yang lebih "elegan" dalam mencari donatur dalam pembangunan masjid..??.
belum lagi aku selesai perhatianku akan maraknya panitia dengan cara seperti itu, telah ada pula cara yang lain, belum lama ini dimika pntu sebuah ATM, aku dijumpai seorang peminta sumbangan pembangunan masjid yang berasal jauh sekali yaitu dari jogya, coba anda bayangkan panitia pembanguan mesjid di jogyakarta sampai ke tanah bumbu ibukota kabupaten kecil di Kalimanatan Selatan..???. aku diberi sebuah amplop putih yang didepannya di staples lembar pengantar lengkap dengan alamat masjidnya, yang selintas seseorang akan malas untuk mengecek karena alamatnya jauh sekali, diharapkan selama di ATM amplop tersebut disi dan dikembalikan kepada ssi pemberi amplop yang terus saja berdiri di muka pintu ATM.
belum lagi kita memikirkan hal itu, sudah ada lagi cara yang lain yaitu memintanya dor-to dor dengan membawa kotak amal dan selembar surat pengantar yang dilamiting, dan rata-rata berlamat yang sangat jauh, pernah seorang kawan bercerita dia melihat kumpulan para peminta sumbangan itu di drop oleh sebuah mobil L300 dan mereka berpencar kemudian dijemput kembali oleh Mobil yang sama di keesokan harinya.
untuk yang satu satu ini rawan sekali penipuan, kita tahu apakah mereka mamang benar para pencari dana tuk pembanguan masjid atau para penipu yang berkedok pencarian dana sumbangan.
Sahabat pengunjung SAUNG HIJAU PAWEWET yang dirahmati Allah SWT.
Pawewet pikir harus ada yang diluruskan, memang agama kita sangat menganjurkan umatnya untuk berinfaq, shodaqoh, bahkan mewajibkan zakat. karena di dalam harta kita ada bagian untuk kamum dhuafa. siapa lagi yang akan memikirkan mereka jika bukan dari sebagian umat yang berpunya yang diberikan oleh Allah SWT kelebihan Rizky atas mereka, dan konsep Islam sangat jelas akanhal ini, tiada konsep lain yang mampu menandinginya. namun entah mengapa dalam hati pawewet tidak begitu suka dengan cara-cara yang tidak elegan tersebut. bukan meminta atau memberi sumbangan yang pawewet permasalahkan tetapi caranya.
Berdasarkan pendapat pribadi pawewet, ini pendapat pribadi lho ya mari kita diskusikan lebih lanjut,..cara-cara diatas tidak elegan, cenderung merendahkan martabat umat Islam dan mencerminkan sangat tidak tersrtukturnya sitem sosial dalam umat, padahal Allah SWT mencintai orang yang berjuang dalam system yang kokoh dan terstrukur diumpamakan bagai bagunan yang kokoh.
Cara-cara diatas dengan tidak langsung menampakkan bahwa kita umat islam adalah komunitas yang belum solid, terstruktur tidak kokoh, dan tidak saling menopang, sendiri-sendiri, bahkan tercerai berai. Mengapa pawewet katakan demikian, untuk pensuplai dana pembangunan rumah ibadahnya saja setiap masjid atau pondok pesantren harus berusaha sendiri-sendiri dengan "turun kejalan" laksana pengamen, tidak memperdulikan "martabat" Islam sebagai dienul yang agung
Kejadian seperti itu menurut hemat pawewet tidak akan terjadi jika struktur kita kuat, kongkritnya adalah dengan mendirikan lembaga yang sangat konsen akan hal ini, lembaga yang konsen dan komit membidangi hal ini, lembaga inilah yang memfasilitasi pertemuan antara donatur dan pemohon dana. memang saat ini telah ada lembaga semacam BAZIS (Badan Amil Zakat Infaq dan ShOdaqoh), atau dompet dhafa, tetapi rasanya lembaga-lembaga ini belum didayagunakan secara optimal,
Bazis masih mengurusi sekitar menampung dan mendistribusikan zakat, infaq dan shodaqoh umat, dan dompet dhuafa masih konsen dalam menangani barbagai misi kemanusian, penanggulangan bencana, dan pengentasan kemiskinan dengan permodalan kepada kaum dhuafa, itupun geregetnya hingga kini masih dirasakan kurang dan umat menunggu-nunggu hal itu.
Hingga saat ini belum ada satu lembagapun yang mengatur sistem donatur khusus pendirian/ pembangunan mesjid, pondok pesantren, dan sekolah-sekolah agama, andai sekiranya ada suatu lembaga yang terstruktur jelas mulai dari tingkat pusat sampai dengan tingkat daerah, lembaga ini aktif mendata/mencari sehingga memiliki data para donatur ditiap-tiap daerah, serta mampu mengcolect dana dari mereka untuk diteruskan kepada para panita pembangunan masjid/pesantren/ atau sekolah-sekolah agama. selain itu lembaga ini aktif pula mendata/dan mencari calon penerima dana bantuan, seperti panita pembangunan masjid/ pesantren.
Dengan demikian jelas sudah alamat yang harus didatangi manakala umat perlu bantuan dalam pembangunan masjid atau pesantren, tanpa harus turun kejalan atau biskota atau ditempat-tempat umum lainnya laksana pengamen sehingga Izzah Islam yang agung tidak tercoreng.....
Kiranya para pemikir Islam, para tokoh muslim,sudah saatnya memikirkan hal ini, mewadahi transaksi sumbang-menyumbang khusus tuk pembangunan mesjid pondok pesantren, dan yayasan sosial keislaman, hingga jelas terlihat islam yang indah bagai bangunan yang kokoh dan megah, yang setiap orang ingin masuk kedalamnya
Alhamdulillahirabil 'alamin
Wallahu a'lam
Selasa, 13 Oktober 2009
pawewet sebagai lelaki bicara tentang miyabi
Nggak mau kalah neh pawewet, ikut bicara tentang sesuatu yang lagi bahan pembicaraan, di negeri ini, itu loh kedatangan seorang artis yang katanya cantik dari negeri sakura yaitu Miyabi, he..he.. nggak apa-apakan obrolan kita kali ini tujuh belas tahun keatas..he..he..he..
jarang-jarang pawewet obrolin masalah kayak ginian, masalah yang nyerempet-nyerempet pornografi, bagaimana enggak soalnya yang mau datang ini bukan artis film biasa tetapi kata orang bintang film pornografi,..ck..ck..ck...
barusan tadi pawewet lihat tivi di tv one, pas ada dialog yang membahas masalah ini, ck..ck..ck..saya cuma bisa bengong melihatnya, dua pembicara dengan latar belakang berbeda, membicarakan hal yang sama namun dengan sudut pandang masing-masing, ya..jelas nggak nyambung,... yang satu wakil dari MUI yaitu Bp Asrorum Ni'am Sholeh, dan dikubu yang lain adalah wakil dari sipembuat film yaitu Bp Ody .
ada beberapa perkataan yang saat ini patut kita kaji, Bp Ody berkata,..jelas tidak akan nyambung pembicaraan karena wakil MUI dalam kontek Agama, sedangkan Ia bicara dalam kontek perfileman yang tidak akan dapat titik temu,..
yang perlu dikritisi adalah:,..
1. Apakah dunia perfileman adalah dunia yang tidak tersentuh oleh agama...atau dua kontek yang saling berlawanan
2. jadi dengan apa kita menilai batasan baik dan buruk, mana yang boleh mana yang tidak dalam dunia perfileman
3 atau apakah bebas begitu saja tanpa batasan, sehingga, setiap orang dapat berkreasi bebas tanpa batas.
4. apalagi yang menjadi tolok ukur dalam kehidupan ini untuk baik dan benar kalau bukan agama yang memang di turunkan oleh Allah SWT tuk pedoman hidup manusia.
dan patut kita kaji juga ucapan dari Bp Asrorum Ni'am Sholeh,.. bahwa dalam mengais Rizky,.. kita dibebaskan berkreasi namun ada batasan halal dan haram,..lalu perkataan beliau juga bahwa pengkajiannya bukanlah miyabi sebagai person, tetapi miyabi sebagai Icon,...
Jika kita telaah lebih jauh lagi, tepatlah kiranya bahwa kita sebagai manusia memang di bebaskan membuka pintu Rizky Allah SWT, tetapi kita juga di beri batasan halal dan haram, mana yang boleh dan mana yang tidak, dan semua aturan itu semata demi kebaikan kita sendiri, sudah banyak contoh jika kita melanggar aturan itu, maka keburukan yang kita dapatkan, karena Sang Pembuat aturan lebih tahu dari pada kita.
Jangan karena ingin mengeruk keuntungan dunia saja dari pembuatan filem, kemudian melupakan dampak yang ditimbulkan, memang miyabi datang keindonesia bukan untuk membuat film porno tetapi film komedy, dalam hal ini coba kita kaji perkataan Bp Asrorum berikutnya, yaitu pengkajiannya bukan miyabi sebagai person tetapi sebagai Icon.
Sadar atau tidak disadari, dengan mainnya miyabi di film indonesia berarti kita telah mennyebarkan icon film porno,...icon ini akan terusung,.., belum lagi film ini dibuat, dengan gonjang ganjing kontroversial kedatangan miyabi saja sudah menaikkan penjualan keping VCD porno Miyabi di Indonesia,..konon beberapa hari belakangan ini penjualan keping VCD film-film panas yang dibintangi oleh miyabi melonjak drastis. Miyabi sebagai Icon film porno makin bersinar di bumi Indonesia,... apalagi jika sudah ada film di negeri tercinta ini yang dibintanginya walau hanya sebuah film komedi..
Sekali lagi dengan apalagi kita berpegang untuk melihat mana yang baik dan mana yang benar, jika agama sudah dikesampingkan dalam setiap sisi kehidupan,..agama hanya ada di masjid-masjid, di gereja-gereja, di klenteng-klenteng, di kuil-kuil dan wihara saja,... agama tidak ada di ruang kantor, agama tidak ada di atas panggung, agama tidak ada di gedung parlement, aga tidak ada di pasar-pasar dan agama tidak ada di tempat Syuting Film...
Sudah banyak Ayat-ayat Allah SWT yang ditampakkan kepada kita, yang seharusnya mampu menggiring kita pada kesadaran kembali kepada AturanNYA, Banjir, tanah longsor,.. gempa berturut-turut,.. belum cukupkah itu menjadi pelajaran bagi kita rakyat indonesia,...akankah kita memancing Murka Allah SWT,..hingga diturunkan bencana yang tidak hanya menimpa golongan yang salah,...tetapi juga menimpa golongan yang baik diantara kita,.
Mengapa harus Miyabi, bukankah masih banyak bintang film lain dalam negeri bahkan luar negeri yang bukan icon film porno, yang tak kalah tenarnya, dan banyak penggemarnya, bukankah masih banyak bintang lain yang banyak sekali pengemarnya?? yang mungkin dalam sisi bisnis juga tak kalah kemungkinan keuntungan yang akan diperoleh..?? pertanyaan yang harus dijawab oleh mereka penggagas ide ini..
Sadarkah jika dengan menggunakan miyabi sebagai bintang film dinegeri ini, maka pembuat film ini turut andil mengiklankan ketenaran miyabi sebagai Icon film panas,..di negeri ini...
Kamis, 13 Agustus 2009
Judul yang serem Teroris..dan bagaimana Islam memandang
Kejadian tragedi jum'at pagi, yang di buat oleh tangan-tangan kotor para teroris, mencengangkan kita warga indonesia, bahkan warga dunia, terlebih ummat Islam. Kita sebagai umat Islam terpana, tercengang, dan menangis, karena berita tersebar, seantero pelosook dunia Islam adalah pelakunya.
Terlepas dari benar atau tidaknya berita itu, namun sekali lagi wajah Islam tercoreng, nama Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin tercemar.
Sebagai umat Islam kita perlu meluruskan hal ini, Islam adalah satu-satunya agama yang benar di muka bumi ini. dengannya kedamaian akan tercipta, namun pertanyaan besar mengapa pelaku terorisme dikabarkan orang Islam, dan melakukan hal itu karena menjalankan salah satu ibadah dalam Islam yaitu Jihad fisabilillah.
Nah tentunya kita tidak ingin agama kita di kenal dengan sebutan agama barbarian, agama perusuh, agama teroris,..dan selaksa sebutan lain yang bertolak belakang dengan hakekat agama kita yang suci ini.
Pengunjung yang budiman,..
Islam jika dipandang secara bulat yang terlihat adalah keharmonian, keselarasan, yang sangat senafas dengan perdamaian, bukan kekerasan seperti yang dipertontonkan para teroris.
Jika dipandang secara utuh Islam itu iabarat sebuah rumah, dengan beberapa element yang salng mendukung dan melengkapi satu sama lain element itu adalah:
1. Pondasi
Layaknya sebuah rumah Islam berpondasi sangat kukuh dan kuat, pondasi yang sangat kuat untuk menyokong bagunan rumah yang indah,... pondasi itu adalah Aqidah. Konsep aqidah dalam Islam adalah konsep yang jelas, tegas dan mudah dipahamai. ketuhanan yang maha esa, katuhidan,.. dan kesaan Allah adalah pondasi terdalam dalam susunan pondasi bangunan Islam. Tuhan yang satu tiada Tuhan kecuali Ia Allah SWT. kemudian susunan berikutnya adalah keyakinan akan Muhammad adalah Rasulullah utusan Allah SWT, hanya manusia biasa yang diutus untuk menyampaikan risalah ini kepada sesamanya. Susunan berikutnya adalah keyakinan akan adanya malaikat, kitab, Taqdir, Qadha dan qodar.
Susunan itu begitu kokoh bertautan satu sama lain membentuk pondasi yang kuat serta kokoh tuk menopang Indahnya bangunan islam
2. Tiang
tiang-tiang dari bangunan ini adalah konsep ibadah, seperti shalat, zakat,puasa pergi haji, dan beberapa konsep peribadatan yang wajib dan yang sunnah, bagi ummatnya.
Ibadah adalah pilar dari agama, akan percuma keyakinan yang baik jika tidak direalisasikan dalam wujud kepatuhan dan ketundukkan dalam beribadah.
3. Dinding
Layaknya sebuah rumah yang mewah, bangunan islam berdinding indah dan mewah, dinding ini adalah akhlaqul karimah, adab, hubungan sesama manusia,..dalam berbudaya,..bertetangga,..berumahtangga,..bermaysarakat,..berekonomi,..berpolitik,...dan seluruh hubungan muamalah yang antara sesama manusia.
Sungguh indah ajarannnya dan sebaik-baiknya contoh adalah Rasulullah SAW, suri tauladan prototipe bagaimana umat Islam berakhlaq. coba gali kembali sirah (sejarahnya) bagaimana beliau bersikap terhadap Istrinya, anak-anaknya, orang tuanya, tetangganya,..
coba kita pelajari kembali bagaimana dia bertindak selaku warga masyarakat, selaku pemimpin, selaku pedagang, sungguh merupakan kilauan emas yang memancarkan keindahan.
Dan Islam memandang hubungan sesama manusia juga merupakan ibadah yang kelak akan ada konsekwesinya jika akhlaq kita baik maka pahala dari Allah adalah kesudahnnya, dan jika berbuat buruk maka hukuman dari Allah adalah yang akan kita petik kelak. Konsep ini selayaknya manjadikan umat Islam selalu lurus dan sesuai dengan syari'at atau kebenaran dalam melakukan seluruh aktivitas kesehariannya baik dalam berumah tangga, bermasyarakat, mencari nafkah, bahkan bernegara. Sungguh merupakan konsep yang luhur yang di buat oleh Sang Maha Luhur Allah SWT.
4. Atap
Sebagai bagunan sudah seharusnya memiliki perlindungan yang baik, agar bagunan yang indah ini tak lekang karena panas, dan tak lembab dan rapuh karena hujan. demikian juga Islam konsep perindungan amat jelas yaitu dakwah dan jihad fisabilillah.
pertahanan antisipasi terhadap ganguan adalah hal yang wajar, karena pertahanan bukanlah, penyerangan, konsep ini harus digali lebih cermat lagi,
analoginya adalah seperti ini, sebagai contoh negara yang baik pasti memiliki tentara, yang dilatih dan dilengkapi persenjataan yang memadai untuk sistem pertahanan negerinya, sehingga jika ada serangan dari negara lain dapat bertahan, bahkan mengusirnya. dan negara ini menjadi jahat manakala dalam keadaan damai kemudian menggunakan tentara dan fasilitasnya untuk menyerang negara lain.
analogi yang lain adalah seseorang yang baik juga akan melengkapi dirinya dengan ilmu beladiri untuk antisipasi bilamana ada ganguan dari orang jahat. dan orang ini akan menjadi jahat manakala menggunakan ilmu beladirinya untuk mengganggu orang lain atau untuk berbuat jahat kepada orang lain.
Sering kali orang menggambarkan Umat Islam seperti Lebah, lebah adalah binatang ciptaan Allah SWT yang banyak sekali manfaatnya, madunya sangat menyehatkan, dapat diminum langsung atau pencampur berbagai masakan yang lezat dan menyehatkan. Tetapi jangan sekali-sekali mengganggu sarangnya,...karena tunggulah sengatannya yang menyakitkan, bahkan untuk beberapa jenis dari lebah dapat mematikan.
namun lebah tidak akan menyengat sembarangan, tidak menyengat sesuatu yang tidak mengganggunya, dan hanya menyengat pada saat kritis seperti sarangnya di ganggu dan dihancurkan, atau pada saat badannya terjepit seperti terinjak, atau tertindih.
sungguh analogi yang sangat tepat, dan pertanyaan sekarang adalah mengapa ada ummat Islam yang melakukan kerusakan, dan pembunuhan pada suasana damai, dikeramaian yang juga menewaskan saudara muslimnya sendiri.
dalam mensikapi hali ini , kita harus arif, dengan merujuk kembali kepada sumber ajarannya yaitu Alqur'an dan Hadist Nabi, karena sikap, atau sepakterjang oknum ummatnya tidak mewakili ajarannya,.. jangan kita menisbahkan ajaran Islam dari sepak terjang ummahnya, apalagi dengan memandang secara parsial suatu kejadian atau suatu kasus.
Konsep ini harus digali lebih cermat lagi,.. mungkin sudah masanya para ulama lebih konsen memberikan pencerahan kepada ummah, agar tidak ada lagi remaja seperti Dani (salah satu teroris Mega Kuningan), terjebak dengan konsep yang salah, sehingga mau saja di dikte oleh orang yang tek bertanggung jawab, bahkan rela mengorbankan masa depannya demi pemahaman yang sempit.
sudah waktunya para ulama menyamakan persepsi tentang jihad fisabilillah, dan mensosialisasikannya ketengah ummat.
Kamis, 18 Juni 2009
manohara lambang supremasi pria terhadap wanita dalam islam ....???
Kisah seorang princes tidak selamanya seindah The Princes Of Dance dalam serial Barbie, atau seindah happy endingnya princes Yasmin dengan Aladin yang berakhir sungguh bahagia, dengan ikatan indah pernikahan yang drestui oleh Raja ayah sangputri. Namun kisah seorang putri dapat berakhir derita, begitu setidaknya yang dialami “sang Puan Tumenggong Manohara”, gadis cantik berdarah Indonesia yang dinikahi sang pangeran anak dari Raja tanah melayu kerajaan kelantan.
Pernikahannya tidak langgeng bahkan harus berakhir dengan perseteruan, antara suami istri, dua keluarga besar, bahkan mungkin bisa meyulut cecoknya dua Negara. Sampai saat ini juga belum jelas siapa yang benar-siapa yang salah, dan proes hukum masih berlanjut, tanggapan publik keuda Negara pun beragam, ada yang mencibir sang putri dengan mencap sebagai pembohong, bahkan belakang ini santer suara-suara tak senang pada manohara karena ia seakan tidak serius memproses kasusnya, karena asyik dengan kegiatan wawancara di berbagai acara infotainment, diberbagai media,bahkan konon saat ini sedang dipersiapkan sebuah sinetron dengan berlatar belakang kisah nyata dirinya. Namun banyak pula yang percaya dan simpatik bahkan memberikan dukungan moral kepadanya.
Terlepas dari pada itu semua dengan merebaknya kasus manohara, yang dikhawatirkan adalah akan muncul opini/anggapan dikalangan masyarakat luas, bahwa begitulah gambaran Islam memposisikan wanita dan laki-laki dalam rumahtangga, itulah gambaran dominasi Kaum laki-laki terhadap wanita dalam islam. Jika itu yang terjadi maka citra islam akan turun…
Hal ini dikhawatirkan mencuat kepermukaan karena kasus ini melibatkan seorang pangeran dari kerajaan Islam yang kental, yang secara aturan kenegaraan maupun keseharian selalu bersendikan syariat islam. Apakah lantas kita menisbahkan baik buruknya ajaran melalui sepak terjak oknum umatnya. mungkin dlM Hl ini Kita harus bisa membedakan tindakan umat beragama dengan ajaran agama. Tindakan umat beragama ada yang sesuai dengan ajaran agama, ada juga yang menyimpang dari ajaran agama. Ajaran Islam tidak seharusnya diambil dari fakta yang berkembang, tapi diambil dari Alquran dan Hadits. Karena sebuah ajaran ajaran tidak dapat dilihat baik buruknya dari seorang oknum umatnya.
Dikhawatirkan anggapan miring tersebut akan merebak, apalagi jika dikaitkan dengan satu ayat Al-Qur’an Surat Annisa ayat 34 yang berbunyi “ Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah melebihka nsebagian dari mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita)dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan harta dan nafkahnya, maka perempuan-perempuan yang sholeh adalah mereka yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada karena Allah telah menjaga (mereka) perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz hendaknya kamu beri nashet kepada mareka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisahrnjng) dan kalu perlu pukullah mereka. Tetapi jik amereka mentaatimu, janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya, sungguh Allah mahatinggi lagi maha besar. (QS: annisa: 34)
Dalam terjemah versi departemen agama yang dimaksud Nusyuz adalah meinggalkan kewajiban selaku Istri. Jadi ayat ini jelas beberapa perlakuan yang disebutkan adalah satu terapai bagi para permpuan “pembangkang” suami, yaitu istri yang membangkang terhadap kewajiban dan memangkang untuk melakukan hal yang haram.
Ayat tersebut adalah panduan dari Allah SWT bagi para Suami yang memiliki istr i Nusyuz, bagaimana mensikapinya, dan bagaimana memuat terapi penyembuhannya, jika diamati dengan cermat, maka ada beberapa tahap yang harus dilakukan, bukan asal main pukul,main gebuk, hal ini sangat tidak disukai oleh agama.
Ada beberapa ayat yang menyuruh suami agar memimpin istrinya dengan suasana persahabatan dan pergaulan yang makruf salah satunya adalah anissa ayat 19 yang berbunyi” wahai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalanpaksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kambali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya kedcuali apabila mereka berbuat keji yang nyata, dan bergaulah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka maka bersabarlah, karena bolehjadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal allah membarikankebaikan yang banyak padanya.
Jadi jelas sudah Islam menghendaki lelaki tetap sebagai pemimpin karena fitrahnya memang demikian dengan segala kelebihan yang diberikan oleh Allah pada kaum ini, tetapi Islam juga menganjurkan untuk berlaku sebagai pemimpin yang arif, bijaksana, penuh kekeluargaan dan pergaulan yang hikmah, dan Islam membenci kekersan dalam Rumah Tangga (KDRT), adapun perlakuan keras hanya diperuntukkan bagi para IStri yang memang telah nyata kesesatannya, berbuat keji yang nyata dan melakukan pembangkangan dari berbuat baik.
Kembali ke Surat Annisa ayat 34, pedoman Allah memberikan pedoman bagi setiap suami untuk memberikan terapi terhadap para istri yang pembangkandengan bertahap :
1. Memberikan nasehat.
Memberikan nasehat adalah kewajiban suami jika melihat Istri hendak/atau sudah melenceng dari aturan. Nasehat ini adalah nasehat lisan yang lembut dan hikmah. Dengan menyentuh hatinya- karena nasehat dari hati akan tertangkap oleh hati pula.
2. Pisah Ranjang
Jika nasehat lisan dari hati kehati juga tidak di dengarkannya maka, masuklah tahap yang kedua yaitu hukuman pisah ranjang, yaitu menjauhinya dan mendiamkannya,jika istri yang baik dan sholehah pada tahap ini, sudah sadar dan kembali kepada jalan yang benar, saharusnya sebagai istri sudah tersentuh hatinya bahwa diwajibkan atasnya mengikuti suami sepanjang sang suami mengajak kepada kebaikan. Namun jika ternyata setelah tahap ini sang istri belum juga sadar, dan tidak mau kembali pada jalan yang benar maka diperbolehkan suami untuk melakukan tahap berikutnya
3. Memukulnya
Ibnu Katsir menjelaskan pukulan di sini adalah pukulan yang tidak menyakitkan dan tidak berbekas yang tidak lain tujuannya sema-mata demi kebaikan. Jadi bukan memukul tanpa sebab yang dibolehkan Islam, atau memukul dengan cara yang menyakitkan atau berbekas. hal ini dimaksudkan untukmemberikan efek jera pada istri.
Suami adalah pemimpin istri yang kelak akan dimimtai pertanggungjawaban di akherat, maka hukuman yang diberikan adalah semata dalam rangka mendidik, karena jika sng istri berlaku diluar syar'i maka suaminya akan dimintai pertanggung jawban diakherat.
namun jika sang istri sudah menurut, taat pada suami, Allah,dan rasulnya, maka diwajibkan sang usami menggaulinya dengan rasa kasihsayang, penuh kekeluargaan,
Sabda Beliau SAW yang lainya, “ Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik perlakuannya terhadap keluarganya. Sesungguhnya aku sendiri adalah orang yang paling baik di antara kalian dalam memperlakukan keluargaku.”
sedangkan sabda beliau yang lain adalah “Hendaklah kalian bertakwa kepada Allah dalam urusan kaum perempuan, karena kalian telah mengambilnya sebagai amanat dari Allah, dan kalian pun telah menjadikan kehormatan mereka halal dengan kalimat Allah...”
dalam berbagai riwayat banyak dicontohkan oleh Rasul bagaimana seharusnya bersikap sebagai ayah, dan suami, sungguh akhlaq yang agung, ....
kembali ke kasus manohara, dengan adanya kasus ini kita jangan mencap bahwa islam ajarannya adalah dominasi pria terhadap wanita, wanita hanya dijadikan sebagai properti, barang milik yang bebas di apakan saja oleh pemiliknya, marilah kita kaji islam secara lebih jernih,..dari sumbernya......
Wallahu a'lam
Sabtu, 06 Juni 2009
Dari Email sampai penjara
adapun isi email itu adalah sebagai berikut:
Jakarta - Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.
Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.
Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.
dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.
Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.
Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.
Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.
Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.
Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.
Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.
Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.
Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.
dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.
Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.
Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.
Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.
Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.
Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.
Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.
Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.
Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.
Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.
Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.
Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.
Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.
Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.
Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.
Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.
Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.
Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.
Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.
Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.
Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.
Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.
Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.
Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.
Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com
081513100600
Ya itulah isi email Ibu Prita Mulyasari kepada teman-temannya. rasanya wajar seseorang mengungkapkan pengalamannya di email, aku juga sering demikian, kalu akusih ada dua tujuan:
1. Pelepasan rasa jengkel terhadap pihak lainketika pengalaman aku buruk, atau
pelepasan rasa bahagia manakala pengalamanku baik,dan
2. Sharing kepada teman-teman agar mereka dapat waspada/antisipasi jangan sampai
terkena nasib seperti aku, jika jang aku ceritakan adalah keburukan
Nah mungkin itu juga motivasi ibu Prita dalam menulis, email itu. Banyak khalayak yang menganggap hal ini adalah hal yang wajar, dan menyampaikan dukungan moral karena isi email dapat berguna bagi orang lain, dan memberikan dukungan moral untuk "perjuangan" Ibu prita ini.
lain halnya jika hal yang disampaikan adalah kebohongan, jika demikian maka Ibu prita memang layak dihukum, karena telah mencemarkan nama pihak lain yaitu RS OMNI INternasional. dalam wawancara secara live saat Ibu Prita masihdalam tahanan yang dilakukan oleh TV One, dan juga dihadirkan suami ibu prita di studio, berkali kali ibu prita dan suaminya mengatakan bahwa yang dialaminya adalah benar sesuai dengan yang ditulis di dalam email. Jika demikian makan Pihak RS OMNI Internasional harus menyatakan maafnya demi menjada nama dan reputasi RS yang katanya berstandar Internasional. jika terbukti benar dan RS menutupinya maka niscaya Reputasinya akan semakin terpuruk.
Jika yang ditulis di email tersebut adalah suatu kebenaran, maka sungguh telah tercoreng citra dunia kesehatan di negeri ini, padahal dunia yang satu ini penuh dengan pahala, apalagi profesi dokter adalah profesi yang terhormat. idealnya profesi ini mengedepankan rasa kemanusian dari pada bisnis semata.
sampai saat ini memang belum jelas mana yang benar dan mana yang salah, kita menunggu saja bagaimana kiprah hukum diindonesia, kita sebagaiwarga negara tentunya mengharapkan hukum yang adil, sehingga hukum dapat mempunyai martabat dinegeri ini.
Rabu, 03 Juni 2009
Kok ada Islam Garis Keras dan non Garis Keras...???
Menurut salah seorang blogger dalam blognya guhpraset.co.cc Sekilas buku itu mencoba untuk menjelaskan tentang :
Bagaimana sebenarnya pandangan dan respon para agen garis keras terhadap isu-isu sosial politik dan keagamaan di Indonesia akhir-akhir ini?
Bagaimana peta gerakan-gerakan Islam transnasional dan kaki tangannya di Indonesia saat ini?
Apa yang menjadi agenda perjuangan kelompok-kelompok garis keras dan bagaimana agenda itu dikaitkan dengan persoalan-persoalan Indonesia mutakhir?
Bagaimana strategi kelompok-kelompok garis keras dalam memperjuangakan agenda-agenda mereka dan menyusupkan agen-agen mereka ke tengah-tengah masyarakat?
Bagaimana hubungan kelompok-kelompok garis keras lokal dengan gerakan-gerakan Islam transnasional dari Timur Tengah?
Bagaimana pula hubungan kelompok-kelompok garis keras itu dengan kelompok-kelompok Islam yang berhaluan moderat?
Apakah kelompok-kelompok garis keras telah mampu mempengaruhi dua ormas Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah dan NU?
Benarkah masjid dan institusi-institusi pendidikan telah dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok garis keras untuk menyebarkan paham mereka?
Bagaimana hubungan kelompok-kelompok garis keras dibangun dan bagaimana jaringan mereka dibentuk?
Namun menurut sebagian orang semua itu disajikan dengan pemikiran yang timpang, sepihak dan tidak objektif, dan pemikiran yang sempit. menurut Juru bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto dalam situs resminya bahwa buku itu tidak objektif karena menganggap semua organisasi adalah sama seperti DDII,MMI, PKS dan HTI, apalagi semua yang bertentangan dengannya disebut wahabi, dilajutkan oleh Ismail bahwa Ini jelas merupakan kesalahan berpikir yang sangat fatal, dan kalau tujuannya untuk mengungkap kebenaran, maka cara-cara seperti ini tidak akan pernah menemukan kebenaran apapun.
Belum lagi bantahan Fahri Hamzah, tokoh PKS ini dengan tegas mengatakan, dalam inilah.com "Dugaan saya, dana riset buku itu didapatan dari Bush. Itu merupakan proyek terakhir Bush sebelum kejatuhannya. Karena Bush memiliki kebijakan perang melawan terorisme," ujar Wasekjen PKS Fahri Hamzah kepada INILAH.COM di Jakarta,
Bantahan-bantahan itu wajar saja, karena dalam buku tersebut kedua organisasi ini jelas tertuding. Tudingan itu tanpa tedeng aling-aling, mengatakan bahwa mereka adalah bagian dari geliat “ISLAM GARIS KERAS” yang ada diIndonesia.
Sebenarnya apa dan siapa sih yang dikatakan Islam Garis Keras itu,? Ini mungkin yang harus didudukkan bersama, kesamaan persepsi,cara pandang akan ini masih beragam. Apakah orang yang rajin beribadah, tidak tinggal sholat, zakat, dan semua yang diwajibkan kepadanya adalah islam garis keras..??, apakah orang yang mencoba menerapkan ajaran Islam dalam seluruh aspek hidupnya adalah garis keras, jika demikian Rasulullah SAW, dan para sahabatnya dahulu adalah Islam garis keras..??, siapa lagi yang kita anut selain dari Beliau dan para sahabat beliau..??, atau ada karakteristik lain dengan kriteria tertentu, sehingga mampu dibedakan dengan umat islam pada umumnya.
Istilah-istilah seperti ini semakin membuat umat ini terpecah, dan menggiring pemahaman akan adanya beberapa karakteristik Umat. Bukankah agama islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW ini satu..??, jika iya, bukankah seharusnya karakteristik umatnya juga satu…??, nah mengapa sekarang tidak begitu, mengapa sekarang ada pembedaan, Islam garis keras, islam fundamentalis, islam demokrat, Islam nasionalis, dan entah islam-islam apalagi akan muncul.
Hal ini adalah kotak-kotak yang kita buat sendiri, mengapa kita membuat kotak-kotak yang nyata-nyata kontra produkti, entah siapa yang pertama-tama meembuat, menghembuskan istilah ini. Istilah-isltilah ini sangat menyusahkan umat, bahkan menjadi sumber malapetaka, sungguh amat jahil kiranya orang yang membuat, dan menghembuskan berbagai istilah ini di tengah umat. Atau…hal ini dihembuskan oleh oknum dari luar umat ini,…entahlah…!!!
Jika memang benar ada perbedaan karakteristik umat ini, menurut hemat saya hal itu terjadi karena perbedaan pandangan kita terhadap ajaran agama kita, untuk hal ini diperlukan pelurusan-pelurusan walaupun prosesnya tidak mudah. Ini adalah akar permasalahan, maka marilah kita pelajari kembali Islam dari Sumber yang satu, dan jelas yaitu alqur’an dan Sunnah.
Yang diperlukan sekarang adalah pemahaman akan kesatuan umat, Ummatan Wahidatan, suatu pemahaman bahwa umat ini adalah satu, karena aqidah ini adalah satu, tidak ada kompromi dalam hal itu, sudah saatnya semua kita kembali kepada sumber ajaran agama yang satu yaitu Alqur’an dan Assunah. Semua merujuk kepada aqidah yang satu. Jika ditemukan sudah menyimpang, dan jelas penyimpangannya maka harus diingatkan amar makruf nahi munkar harus ditegakkan.
Jika kita merujuk pada ajaran yang satu dengan sumber yang jelas, maka tidak ada lagi karakteristik-karakteristik itu, karena semua mempunyai karakteristik yang sama. Sebagaimana layaknya dulu Rasulullah dan para sahabat, bersatu, bahu membahu berjuang tuk tegakkan dien ini.
Jika demikian maka, umat ini satu karakteristik, satu kepribadian, satu pemahaman, maka tak ada lagi itu pembedaan/tidak dapat dibedakan mana garis keras dan bukan
Biarlah orang-orang mengembuskan pemahaman-pemahaman itu, entah dengan tedensi apa, jika umat ini solid, satu, padu, dalam segala hal maka hal itu tidak berpengaruh apa-apa,
Sehubungan dengan Negara Islam, terlepas ini adalah pemahaman garis keras atau bukan, tetapi agama kita adalah aturan hidup yang mengatur seluruh sendi kehidupan kita, sehingga tidak dapat dipisahkan antara agama dan kehidupan, karena agama adalah aturan untuk orang hidup bukan orang mati, nah bernegara, berpolitik, adalah salah satu sendi kehidupan ini, hal ini juga akan dimintai pertanggung jawaban di hari akhir kelak, maka demi kesatuan pandangan umat akan berpolitik dan bernegara, marilah kita kaji kembali bagaimana islam mengatur akan hal itu. Jika sudah demikian maka cara pandang kita terhadap hal yang satu ini akan sama, dan tidak ada perbedaan lagi mana garis keras mana yang bukan.
Jika memang benar saat ini ada perbedaan pandangan umat terhadap politik dan bernegara, hal ini dikarenakan umat tidak merujuk pada ajaran bagaimana Islam mengatur akan hal ini. Marilah kita kembali kepada sumber rujukan kita, karena itu adalah wasiat berharga yang ditinggal kan oleh Rasulullah, untuk kita umatnya.
Tidak akan ada kesatuan itu, manakala kita masih memilah dan memilih mana dari ajaran Islam yang enak/baik/menguntungkan bagi kita dan meninggalkan yang lain, karena masing-masing kita akan mengambil sebagian-sebagian sesuai dengan kehendak kita. Marilah kita pelajari secara utuh, dan memakainya secara utuh.
Seharusnya para pihak tertuding, jangan menaggapi buku itu dengan sikap emosional, lebih arif kiranya jika dibuka forum dialog dengan mengedepankan mental konstruktif bukan destruktif, dengan nash dan sumber yang jelas, sehingga yang terjadi bukan gonjang-ganjing dengan suhu memanas tetapi, dialog dari nash kenash, dengan tertib dan damai, karena pasti akan tampak kebenaran dan juga akan tampak kesalahan, karena kebenaran dari Allah SWT dan tidak dapat ditahan dan ditutupi.
Wallahu’alam
Rabu, 20 Mei 2009
mana aparat, pejabat, mana preman jalanan ...sama...
Antasari, rani, nasrudin, nama yang semakin populer saat ini seantero negeri, ya ketiga nama itu mendadak menjadi pembicaraan orang, di warung-warung, disaung-saung, dikedai kopi, di jalan-jalan, mereka terkenal melebihi tiga diva pop, atau sang raja dangdut yang melegenda.
ya mengapa tidak setelah merebak kasus terbunuhnya nasrudin, di sekitar lapangan golf modern land, semua mata, telinga masyarakat kita seolah terfokus kesana. fenomena semakin menarik setelah dihembuskan ada motiv asmara cinta segitiga antara ketiga nama tersebut, mirip seperti kuch-kuch hota hae, yang dibintangi oleh serokan eh..syah rukhan itu.
seklasik itukah masalahnya, kicah cinta segitiga yang berakhir kematian, sungguh melankolis, laksana roman picisan, ya cerita recehan yang disuguhkan oleh senetron idolanya ibu-ibu di televisi nusantara ini. jika memang hanya itu persoalannya secantik apakah sang dara yang jadi rebutan itu, apakah secantik sri sinta, atau secantik luna maya, atau malah secantik omas,...
ternyata tidak sang dara yang bernama rani itu ternyata menurutku biasa-biasa saja, masak sih sampai segitunya dalam memprebutkannya, atau tidak serendah itu, atau tidak sesederhana itu permasalahannya. jangan-jangan ada motiv lain, yang lebih kompleks, dan lebih melibatkan orang-orang besar dibelakangnya daripada hanya sekedar asmara.
menurut metro tv, disinyalir ada tiga permasalhan yaitu:
1. Motiv cinta segitiga
2. Motif dendam pribadi
3. motiv karena korupsi.
terlepas dari motiv manakah yang paling benar, ketiganya adalah gabaran kebobrokan etika para pejabat negeri ini. ya begitulah jika iman tidak dijadikan panglima dalam mengatur urusan pribadi, rumahtangga, bahkan negara ini.
semua penyelewengan akan dapat terjadi jika iman dan agama dikesampingkan, tidak ada acuan dalam menilai mana yang baik dan mana yang buruk. padang golf adalah saran olah raga, untuk menyehatkan badan itu jika dipakai oleh orang-orang yang memiliki iman, tetapi padang golf akan berubah fungsi jika ditangan orang-orang yang hanya menggunakan akal dan nafsunya dalam bertindak, padang golf menjadi sarana perencanaan tuk kencan dengan wanita yang bisa dikencani, sebagai ajang selingkuh dengan wanita yang bisa diselingkuhi, bahkan ajang merumuskan proyek korupsi antar mitra kerja, dan lain-lain, dan lain-lain, naudzubillahi mindzalika.
itu baru padang golf, belum lagi jabatan, jabatan ditangan orang-orang yang memiliki iman, akan menjadi sarana ibadah yang akan menimbulkan kemaslahatan bagi dirinya maupun orang banyak, tetapi jabatan di tangan orang tidak beriman akan menjadi sumber mala petaka bagi umat. dan juga bagi diri sipejabat.
kembali kepada masalah terbunuhnya Nasrudin, jika memang ada motiv yang lebih besar dibalik motiv asmara, hal ini juga membuktikan kebobrokan akhlaq para pejabat, dan petinggi negeri ini, akan dibawa kemanakah negeriku ini, jika orang yang diatas tolong-menolong dalam kemasiatan, selalu berfikir, dan berekreasa bersekrenario secara jamaah, bah, suatu fenomena yang fatal manakala telah ada salingkong-kalikong, tutup menutupi, tolong-menolong dalam kemaksiatan. maka kita tinggal menunggu hancurnya negeri ini cepat atau lambat jika para petinggi kita memiliki akhlaq demikian.
beberapa nama telah terlibat dari ketua KPK, yang seharusnya menjadi benteng negeri ini, pengusaha, dan yang sungguh membuat miris adalah terlibatnya aparat hukum, yaitu polisi, dan TNI AU, yang seharusya menjadi bemper terakhir negeri ini dari bahaya luar dan bahaya dari dalam, sungguh potret negeri yang hampir kolaps,...
tak ada bedanya mana pejabat, aparat penegak hukum, dan preman jalanan.....Fuuahh..
Abi faqoya
Selasa, 19 Mei 2009
Partai Islam antara ijtihad dan cemoohan
Masih dalam urutan The Best partai di negeri kita ini, ternyata masih ditempati oleh partai-partai yang tidak berhaluan Islam, Ironis memang di negeri yang 90% umat Islam, Partai-partai yang mengusung Islam hanya menempati urutan ke empat ke bawah. Partai keadilan Sejahtera yang banyak diharapkan banyak kalanganakan mampu mendulang suara banyak, ternyata juga tidak dapat menjawab harapan ini, Banyak terjadi penurunan hasil jika dibandingkan pada pemilu 2004, DKI Jakarta misalnyaParati ini pada pemilu 2004 yang lalu merajai daerah ini, sekarang mengalami penurunan. Fenomena ini selayaknya menjadi perhatian serius umat ini, apalagi para petinggi partainya, seharusnya semakin menjadikan evaluasi, dimanakah gerangan yang salah partainyakah atau umatnya.
sungguh menyedihkan kenyataan setelah terdapat hasil pemilu legislatif kemarin, partai-partai islam hanya menjadi partai tegahan, dengan nilai tawar yang rendah, sehingga jangankan untuk mencalonkan capresnya, untuk bursa cawapres saja tidak berdaya. Sehingga para petinggi partainya akhirnya melakukan ijtihad politik yang oleh sebagian orang dianggap nyeleneh, praghmatis, menjilat, haus kekuasaan, dan segala macam tudingan yang sungguh menyakitkan.
Seperti misalnya membangun kualisi dengan partai demokrat yang sekular, bahkan baru baru ini dihebohkan oleh sikap PKS yang sedikit "menentang" kebijakan SBY yang mengambil cawapres dari ekstern partai koalisinya, walaupun pada akhirnya PKS menyetujui juga. maka keluarlah berbagai statement masyarakat, yang mengatakan PKS partai penjilat, praghmatis dan haus kekuasaan.
Jika kita mau telaah dengan jernih, ijtihad para petinggi partai saat ini, adalah akibat sepak terjang umat Islam pada pemilu legislatif tempohari. mengapa umat tidak memilih partai Islam, malah memilih partai yang berhaluan lain. itu adalah fenomena di tingkat umat, lain lagi di tingkat para tokoh, atau orang yang merasa "melek" islam, merasa dekat dengan islam, ada sebagian dari mereka justru mengkampanyekan golput, dengan alasan demokrasi adalah haram, tidak sesuai dengan syari'at, maka produk perundang-undangannya pun tidak layak untuk diikuti karena tidak sejalan syariah islam.
Ya.. setelah buah itu telah dipetik, dimana partai islam tidak memiliki kekuatan, sehingga terpaksa para petinggi partai islam harus melakukan berbagai ijtihad politiknya, hujatan itu semakin keras, bahkan dari mereka, yang menganjurkan umat untuk tidak memilih. Mereka tidak sadar dengan golputya umat ini, berarti membiarkan umat lain memilih pimpinan untuk umat ini, yang pasti akan sekarakter dengan mereka.
ya nasi telah telah menjadi bubur, namun masih ada yang dapat dilakukan, dan skarang sedang dlakukan oleh para petinggi-petinggi partai dengan ijtihad politiknya, saya mendoakan mereka selalu mendapat hidayah Allah SWT dalam medan jihad yang tidak mudah ini, dan inilah sikap yang semestinya diambil oleh umat ini, tsiqoh pada wakil mereka dan senantiasa mendoakan agar mereka tidak sesat, dan diberikan kecerahan pikiran dan hati dalam mengemban amanah mereka dalam kancah dakwah parlement, dalam sistem demokrasi saat ini.
Karena mau tidak mau umat ini dihadapkan oleh situasi kekinian dimana sistem politik di dunia ini, adalah sistem demokrasi, ya memang tidak seharusnya umat islam terkurung terlalu lama dalama sistem ini, karena kita memiliki sistem politik yang lebih agung . dan upaya pengujudan sistem itu harus tetap dilaksanakan. namun sekali lagi dalam kondisi kekinian ternyata dakwah dikancah politik adalah suatu keharusan demi terbentuknya suatu pemerintahan yang tidak berlawanan dengan perjuangan penegakan sistem islam secara kaffah, atau paling tidak pemimpin yang tidak mengahalangi, syukur jika dapat pemimpin yang dapat turut andil didalamnya.
Aduhai sekiranya umat islam komitmen memilih wakilnya dari partai islam pada pemilu legislatif kemarin, maka niscaya saat ini partai islam mempunyai nilai tawar yang tinggi dan mempunyai Izzah dinegeri ini. (abi faqoya)
Minggu, 17 Mei 2009
internet bagai dua mata uang
maka berbagai sarana telekomunikasi berkembang sangat pesatnya mulai dari radiao, televisi, hingga saat ini internet merajai dunia komunikasi. ya internet adalah suatu perkembangan peradaban manusia di dunia.
Penggunaan internet, saat ini telah menjadi kebutuhan, sekaligus gaya hidup modern. Sebagaimana saudara-saudaranya yang lain internet sebagai alat komunikasi, dan telekomunikasi memiliki dua dampak, seperti dua mata uang yang akan saling mengiringi.
satu sisi kehadiran internet sangat posiitif dapat membantu kita, dengan cepat mengakses berbagai berita, kejadian dibelahan timur, akan sedetik kemudian dapat di lihat, dibaca, dan didengar oleh orang yang ada di belahan barat dunia ini. berkirim kabar dengan sesama teman, kerabat dapat super cepat denganmenggunakan sarana situs pertemanan, dan jejaring sosial yang sekarang banyak menjamur, seperti http://www.facebook.com , www.blogger.com , hingga yang bernuansa islami seperti www.myquran.org atau www.pencerahanhati.com dan banyak lagi yang lainnya.kita patut bersyukur akan perkembangan ini, namun bagai mata uang sisi lainnya pun otomatis akan muncul, yaitu sisii negatif. dengan media ini dapapt juga menjadi sarana pemerosotan iman, mental dan moral umat, bagaimana tidak situs-situs blue pun tumbuh bagai jamur di musim hujan, siap meyerang moral siapa saja yang membacanya,
propaganda-propaganda menyesatkan juga banyak bertumbuhan lewat alamat-alamat situs, seperti misalnya situs yang diterbitkan oleh kelompok-kelompok anti kemapanan negeri ini. belum lagi situs-situs yang mensiarkan pemahaman sempalan-sempalan berbagai agama, seperti sekte-sekte menyesatkan entah itu dari agama nasrani ataupun islam.
Dari fenomena diatas maka yang diperlukan sekarang adalah kearifan kita dalam menggunakan media internet ini, kelihaian kita untuk memilah dan memilih mana yang bermanfaat, serta mana yang mengakibatkan modhorot bagi kita, keluarga, dan umat ini.
