Rabu, 20 Mei 2009

mana aparat, pejabat, mana preman jalanan ...sama...

Antasari, rani, nasrudin, nama yang semakin populer saat ini seantero negeri, ya ketiga nama itu mendadak menjadi pembicaraan orang, di warung-warung, disaung-saung, dikedai kopi, di jalan-jalan, mereka terkenal melebihi tiga diva pop, atau sang raja dangdut yang melegenda.

ya mengapa tidak setelah merebak kasus terbunuhnya nasrudin, di sekitar lapangan golf modern land, semua mata, telinga masyarakat kita seolah terfokus kesana. fenomena semakin menarik setelah dihembuskan ada motiv asmara cinta segitiga antara ketiga nama tersebut, mirip seperti kuch-kuch hota hae, yang dibintangi oleh serokan eh..syah rukhan itu.

seklasik itukah masalahnya, kicah cinta segitiga yang berakhir kematian, sungguh melankolis, laksana roman picisan, ya cerita recehan yang disuguhkan oleh senetron idolanya ibu-ibu di televisi nusantara ini. jika memang hanya itu persoalannya secantik apakah sang dara yang jadi rebutan itu, apakah secantik sri sinta, atau secantik luna maya, atau malah secantik omas,...

ternyata tidak sang dara yang bernama rani itu ternyata menurutku biasa-biasa saja, masak sih sampai segitunya dalam memprebutkannya, atau tidak serendah itu, atau tidak sesederhana itu permasalahannya. jangan-jangan ada motiv lain, yang lebih kompleks, dan lebih melibatkan orang-orang besar dibelakangnya daripada hanya sekedar asmara.

menurut metro tv, disinyalir ada tiga permasalhan yaitu:

1. Motiv cinta segitiga

2. Motif dendam pribadi

3. motiv karena korupsi.

terlepas dari motiv manakah yang paling benar, ketiganya adalah gabaran kebobrokan etika para pejabat negeri ini. ya begitulah jika iman tidak dijadikan panglima dalam mengatur urusan pribadi, rumahtangga, bahkan negara ini.

semua penyelewengan akan dapat terjadi jika iman dan agama dikesampingkan, tidak ada acuan dalam menilai mana yang baik dan mana yang buruk. padang golf adalah saran olah raga, untuk menyehatkan badan itu jika dipakai oleh orang-orang yang memiliki iman, tetapi padang golf akan berubah fungsi jika ditangan orang-orang yang hanya menggunakan akal dan nafsunya dalam bertindak, padang golf menjadi sarana perencanaan tuk kencan dengan wanita yang bisa dikencani, sebagai ajang selingkuh dengan wanita yang bisa diselingkuhi, bahkan ajang merumuskan proyek korupsi antar mitra kerja, dan lain-lain, dan lain-lain, naudzubillahi mindzalika.

itu baru padang golf, belum lagi jabatan, jabatan ditangan orang-orang yang memiliki iman, akan menjadi sarana ibadah yang akan menimbulkan kemaslahatan bagi dirinya maupun orang banyak, tetapi jabatan di tangan orang tidak beriman akan menjadi sumber mala petaka bagi umat. dan juga bagi diri sipejabat.

kembali kepada masalah terbunuhnya Nasrudin, jika memang ada motiv yang lebih besar dibalik motiv asmara, hal ini juga membuktikan kebobrokan akhlaq para pejabat, dan petinggi negeri ini, akan dibawa kemanakah negeriku ini, jika orang yang diatas tolong-menolong dalam kemasiatan, selalu berfikir, dan berekreasa bersekrenario secara jamaah, bah, suatu fenomena yang fatal manakala telah ada salingkong-kalikong, tutup menutupi, tolong-menolong dalam kemaksiatan. maka kita tinggal menunggu hancurnya negeri ini cepat atau lambat jika para petinggi kita memiliki akhlaq demikian.

beberapa nama telah terlibat dari ketua KPK, yang seharusnya menjadi benteng negeri ini, pengusaha, dan yang sungguh membuat miris adalah terlibatnya aparat hukum, yaitu polisi, dan TNI AU, yang seharusya menjadi bemper terakhir negeri ini dari bahaya luar dan bahaya dari dalam, sungguh potret negeri yang hampir kolaps,...

tak ada bedanya mana pejabat, aparat penegak hukum, dan preman jalanan.....Fuuahh..

Abi faqoya

4 komentar :

  1. Assalamualaikum WW,
    Halo Mas Muji, apa yang Anda tulis benar. Telalu banyak perselingkuhan mereka yang punya kuasa. Teruslah menulis, Mas.

    Salam,
    Teguh Sri Pambudi

    BalasHapus
  2. wa'alaikum salam Wr Wb,
    wah suatu kehormatan Pak Teguh Sri Pambudi membaca tulisan kami, terimakasih Pak, ya kami baru coba-coba belajar menulis Pak, tulisan ini spontan aja, keluar begitu aja dari pikiran kami, tidak bagus sih, tetapi kami ingin keluarkan apa yang dibenak kami,menurut kami itulah yang sedang terjadi di negeri ini.

    tambahan lagi Pak, kami terus mengikuti tulisan Bapak dalam blog Bapak (notes from tamanaga) bagus-bagus Pak banyak sekali pelajaran dan hikmah yang dapat kami ambil,

    wasalam wr wb
    abi faqoya

    BalasHapus
  3. serupa dengan mas wewet, gerah saya pak melihat para petinggi negara ini, kapan kah negara ini berubah,

    BalasHapus
  4. he..he...iya mas johan sama...insyaallah kalau warga negeri ini mau berubah, maka pemimpinnnya pun akan berubah, karena karakteristik pemimpin adalah gambaran dari karakteristik umat yang dipimpnnya

    BalasHapus