Pesta demokrasi tahap pertama telah usai, hingar bingar untuk sementara ini reda, dan telah terpilih hasil pilihan rakyat untuk para anggota dewan legislatif, dengan pringkat secara berturut-turut peringkat pertama Partai Demokrat, kemudian Partai Golkar, lalu kemudian disusul oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan diperingkat ketiga. kemudian peringkat keempat hingga ke tujuh adalah Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanah Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Kebangkitan Bangsa , lalu selanjutnya adalah Partai Gerindra, dan Partai Hati nurani rakyat.
Masih dalam urutan The Best partai di negeri kita ini, ternyata masih ditempati oleh partai-partai yang tidak berhaluan Islam, Ironis memang di negeri yang 90% umat Islam, Partai-partai yang mengusung Islam hanya menempati urutan ke empat ke bawah. Partai keadilan Sejahtera yang banyak diharapkan banyak kalanganakan mampu mendulang suara banyak, ternyata juga tidak dapat menjawab harapan ini, Banyak terjadi penurunan hasil jika dibandingkan pada pemilu 2004, DKI Jakarta misalnyaParati ini pada pemilu 2004 yang lalu merajai daerah ini, sekarang mengalami penurunan. Fenomena ini selayaknya menjadi perhatian serius umat ini, apalagi para petinggi partainya, seharusnya semakin menjadikan evaluasi, dimanakah gerangan yang salah partainyakah atau umatnya.
sungguh menyedihkan kenyataan setelah terdapat hasil pemilu legislatif kemarin, partai-partai islam hanya menjadi partai tegahan, dengan nilai tawar yang rendah, sehingga jangankan untuk mencalonkan capresnya, untuk bursa cawapres saja tidak berdaya. Sehingga para petinggi partainya akhirnya melakukan ijtihad politik yang oleh sebagian orang dianggap nyeleneh, praghmatis, menjilat, haus kekuasaan, dan segala macam tudingan yang sungguh menyakitkan.
Seperti misalnya membangun kualisi dengan partai demokrat yang sekular, bahkan baru baru ini dihebohkan oleh sikap PKS yang sedikit "menentang" kebijakan SBY yang mengambil cawapres dari ekstern partai koalisinya, walaupun pada akhirnya PKS menyetujui juga. maka keluarlah berbagai statement masyarakat, yang mengatakan PKS partai penjilat, praghmatis dan haus kekuasaan.
Jika kita mau telaah dengan jernih, ijtihad para petinggi partai saat ini, adalah akibat sepak terjang umat Islam pada pemilu legislatif tempohari. mengapa umat tidak memilih partai Islam, malah memilih partai yang berhaluan lain. itu adalah fenomena di tingkat umat, lain lagi di tingkat para tokoh, atau orang yang merasa "melek" islam, merasa dekat dengan islam, ada sebagian dari mereka justru mengkampanyekan golput, dengan alasan demokrasi adalah haram, tidak sesuai dengan syari'at, maka produk perundang-undangannya pun tidak layak untuk diikuti karena tidak sejalan syariah islam.
Ya.. setelah buah itu telah dipetik, dimana partai islam tidak memiliki kekuatan, sehingga terpaksa para petinggi partai islam harus melakukan berbagai ijtihad politiknya, hujatan itu semakin keras, bahkan dari mereka, yang menganjurkan umat untuk tidak memilih. Mereka tidak sadar dengan golputya umat ini, berarti membiarkan umat lain memilih pimpinan untuk umat ini, yang pasti akan sekarakter dengan mereka.
ya nasi telah telah menjadi bubur, namun masih ada yang dapat dilakukan, dan skarang sedang dlakukan oleh para petinggi-petinggi partai dengan ijtihad politiknya, saya mendoakan mereka selalu mendapat hidayah Allah SWT dalam medan jihad yang tidak mudah ini, dan inilah sikap yang semestinya diambil oleh umat ini, tsiqoh pada wakil mereka dan senantiasa mendoakan agar mereka tidak sesat, dan diberikan kecerahan pikiran dan hati dalam mengemban amanah mereka dalam kancah dakwah parlement, dalam sistem demokrasi saat ini.
Karena mau tidak mau umat ini dihadapkan oleh situasi kekinian dimana sistem politik di dunia ini, adalah sistem demokrasi, ya memang tidak seharusnya umat islam terkurung terlalu lama dalama sistem ini, karena kita memiliki sistem politik yang lebih agung . dan upaya pengujudan sistem itu harus tetap dilaksanakan. namun sekali lagi dalam kondisi kekinian ternyata dakwah dikancah politik adalah suatu keharusan demi terbentuknya suatu pemerintahan yang tidak berlawanan dengan perjuangan penegakan sistem islam secara kaffah, atau paling tidak pemimpin yang tidak mengahalangi, syukur jika dapat pemimpin yang dapat turut andil didalamnya.
Aduhai sekiranya umat islam komitmen memilih wakilnya dari partai islam pada pemilu legislatif kemarin, maka niscaya saat ini partai islam mempunyai nilai tawar yang tinggi dan mempunyai Izzah dinegeri ini. (abi faqoya)
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar