kekerasan hati
mengukir batu teramat keras,
hujaman petuah, patah, berserak,
tak tembus walau, selembar permukaan terluar,
apakah beribu petuah tak tajam semua,
apakah selaksa nasehat, tumpul, mandul,
tak mampu menembus batu hatiku,..
saat berbatang pahat menghujam,
tertoreh hati ini, hanya sekejap, ya hanya sekejap
selebihnya, hanya debu yang hinggap
Abi Faqoya
Mantewe 07-06-09
mengharap hati selembut salju
=====================================================================================
cermin yang retak
berkaca pada cermin, bening,
kilaunya biaskan gambar, hingga samar
tak dapat ku kenali diri, siluetnyapun tidak
hatiku sungguh sempurna,
pisikku sungguh sempurna,
jiwaku sungguh sempurna,
akhlakku sungguh sempurna,
siapa yang lebih sempurna,
tak ada...
tapi begitukah..??
sedang berkacapun aku tak mampu...
abi faqoya
mentewe 07-06-09
pada sebuah malam perenungan,
Minggu, 07 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
puisinya bagus2...
BalasHapusaku gak sampai menggapai bahasanya...
gak ngerti puisi...
sering dikirim ke harian/tabloid gak mas? atau malah sudah dibukukan dalam kumpulan puisi? teruslah berkarya!
makasih sharingnya.
salam
makasih mbak, hanya puisi ngasal dan spontan kok tak terkonsep,... ada rencana sih mau di publish di media, tapi masih milah-milih nih, dan masih harus ditambah.. ada beberapa kawan juga sarankan demikian... tks mbak..
BalasHapus